Sebatang Kara

Sebatang Kara

  • WpView
    Reads 3,133
  • WpVote
    Votes 1,048
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jan 1, 2023
Terjebak pada masa lalu bukanlah hal yang bisa dikuasai oleh gadis bernama Karalin Lavish. Seumur hidupnya terus dibayangi oleh pengalaman kelam yang membuatnya harus berjibaku dengan minimnya rasa percaya diri. Sampai suatu ketika pria dimasa lalu datang kembali menorehkan luka yang membuat hatinya semakin terkoyak. "Kara hidup seperti mati! Tak peduli apapun yang terjadi di sekitarnya, yang dia tau hanya: Dia harus terus bernafas hanya untuk bertahan hidup!" *Follow akun Authornya sebelum membaca ya, dan tinggalkan jejak supaya author semangat menuangkan karya-karya yang lainnya. Saranghae 💕
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Never Change [Complete]
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Where am I?
  • Don't Hurt Me Again (TAMAT)
  • 180° [END]
  • TIME will TELL {On Going}
  • RAYNZAL ANGKASA
  • The Price Of Obsession

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines