Obsesi Sang Pemburu

Obsesi Sang Pemburu

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 16, 2025
Markas Polresta memegang kepercayaan aneh, yakni; Biru sebagai anggota Unit Jatanras memiliki presisi bidikan absolut dalam setiap situasi yang mengharuskannya melepaskan peluru. Sehingga, mau tak mau Biru selalu ditempatkan di garis depan bersama para pria saat menjalankan tugas. Namun, ketika nyala api yang melahap Denpasar memantul dalam mata beningnya seperti kunang-kunang berkaca pada danau, peluru Biru menjadi buta harus membidik ke mana. Seorang pemuda misterius tiba-tiba muncul di siaran berita menggunakan topeng jauk manis, ia mengaku sebagai Joker. Dalam durasi kurang dari satu menit, pemuda itu mengatakan, "Ayo main petak umpet. Kalian memburu, saya sembunyi sambil berburu."
All Rights Reserved
#63
doctor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cantika Story | Eunha x Eunwoo ✔
  • Biru & Putih | Jaesoo
  • 𝐏𝐀𝐃𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑾𝒉𝒊𝒕𝒆 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] ✓
  • Bara dan Biru
  • Ashita :  The Warrior Of Spirit
  • Di Balik Kegelapan - Sr1: Jejak Kegelapan
  • LIMA MATA BATIN (BIRU x ANNA)
  • STILL IN LOVE [END]

DON'T COPY MY STORY! "Jaket lo mana?" "Ada di tenda." "Kenapa gak pake?" "Lupa," Cantika hanya nyengir kuda yang membuat Rendi memutar bola matanya malas. Rendi langsung melepas jaket yang ia pakai. Kemudian ia berika kepada Cantika, "pake." "Loh? Gausah, lo pake aja. Gue gapapa." "Pake." balas Rendi penuh penekanan dan tatapan mata yang seolah tidak boleh di bantah. Melihat itu, ia hanya bisa mengangguk dan kemudian memakai jaket itu. Selesai ia memakainya, ia mengerucutkan bibirnya. "Gede banget," ia mengadu. Bagaimana tidak, jaketnya bahkan hampir menyentuh lututnya. Apa ini karena tubuhnya yang terlalu kecil, atau memang tubuh Rendi yang berbeda jauh dengannya. "Badan lo kecil." tandasnya. Cantika menganga tidak percaya, ia lagi-lagi dikatai kecil oleh Rendi. "Gue gak kecil ya, lo aja yang ketinggian." "Sama aja, intinya lo kecil," ia mengedikan bahunya cuek dan berjalan meninggalkan Cantika. #7 in mos [15 Januari 2019] #15 in ceritasma [9 Januari 2020]

More details
WpActionLinkContent Guidelines