R U S A K

R U S A K

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 17, 2023
Warning! Cerita ini mungkin hanya menunjukkan keegoisan atau sikap buruk seseorang, tapi lebih dari itu cerita ini menunjukkan usaha seseorang untuk bisa berubah dan lebih menerima dirinya. "Oke, kamu sudah memahami diri kamu sendiri, tapi lebih dari itu penting buat kamu bisa menerimanya. Sa ... aku bisa bantu kamu. Izinin aku, ya?" Dirga mengusap lembut pipi Sania yang bergelinang air mata. Picture by Pinterest Edit by Picsart Noted: Cerita ini mungkin agak absurd, tapi beberapa kejadian memang terinspirasi dari kisah nyata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak yang Hilang (END)
  • psychologycal
  • Kisah Sepihak
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • BHS
  • ALEYA~~
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • KALAH ✔
  • DIFFERENT[Completed]

Warning 15+ | Trigger: mental health, self-harm (trichotillomania) Di balik kamar kos yang senyap dan lampu meja yang remang, seorang gadis menatap dirinya sendiri dalam cermin. Wajahnya cantik, tapi tak utuh. Matanya sayu, bibirnya diam, dan tangannya... sibuk mencabut helai demi helai rambutnya sendiri. Aurelia bukan gadis yang cerewet. Ia bukan pusat perhatian, bukan pula korban dari drama percintaan remaja biasa. Ia sedang berperang-bukan dengan siapa-siapa, tapi dengan dirinya sendiri. Dalam dunia yang terlalu ribut dan hati yang terlalu sunyi, Aurelia hanya ingin satu hal: sedikit keheningan yang tak membuatnya merasa terguncang. Tapi bahkan malam pun kini ikut berisik. Ini bukan cerita tentang gadis kuat yang bangkit dengan mudah. Ini cerita tentang sunyi yang mengikis pelan-pelan, dari dalam. Siapkah kamu menatap pantulan yang tak semua orang sanggup lihat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines