AKSAMA

AKSAMA

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 23, 2022
Dia datang bak sebuah angin, berhembus dengan kencang secara tiba tiba membawa segala rasa dan kenangan yang hampir memadam. Dia yang menawarkan sebuah penawar lara tanpa rasa ragu ketika raga ini sedang beradu dengan lantang tatkala rasa yang kupunya hilang terbawa sosok tinggi yang bahkan bayangannya pun tak mampu untuk aku raih. Maaf telah membuatmu ikut terluka karena rasa ini, Maaf keegoisanku membuatmu tercabik, dan Terimakasih karna telah ada dalam hidup ini. "Kamu ga perlu jadi gunung yang selalu melindungiku yang bahkan lebih menyukai deburan ombak di lautan, karena itu semua pecuma asal kamu tau" ucap gadis itu ditengah gemuruh hujan yang sedang mengguyur heningnya malam. "Tapi ini semua bukan tentang sebuah tempat, ini semua tentang rasa dan kamu harus tau kalau aku mencintaimu ga peduli kamu belum bisa melupakannya ataupun kamu masih mencintainya yang aku tau aku mencintaimu dari awal hingga saat ini" balas laki-laki itu meyakinkan tentang rasa yang dia punya kepada seorang gadis yang kini tengah menangis dihadapannya itu. Hubungan tak tentu yang terukir karena sebuah rasa antara tiga orang manusia. Tentang dia yang mencintaiku terlalu awal, dan aku yang terlalu bodoh untuk rasa cintanya.
All Rights Reserved
#353
perpisahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cawa
  • DEADLY DEMON WOMEN (ENDING)
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Love letter to starla
  • BENCI MENJADI CINTA [SELESAI]
  • the other side
  • Awas Jatuh Cinta
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • RAPUH!
Cawa

"Cawa" adalah kisah cinta yang tumbuh dari luka, bertahan dalam ujian, dan diuji oleh waktu serta jarak. Di balik senyumnya yang lembut, Cawa menyimpan dunia yang rapuh-masa lalu penuh luka, kehilangan, dan perjuangan yang tak pernah usai. Dan di sisinya, ada Iki, seorang pria sederhana dengan masa lalu yang keras, yang menjadikan cinta sebagai perjuangan, bukan sekadar rasa. Bagi Iki, mencintai Cawa bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang melindungi, menjaga, dan memberi tempat paling aman bagi hati yang sudah terlalu sering terluka. Ia tidak hanya ingin bersamanya dalam tawa, tapi juga dalam tangis. Tidak hanya dalam senang, tapi dalam seluruh badai kehidupan. Kisah ini membawa pembaca menyusuri malam-malam kota, percakapan ringan penuh harapan, hingga tangis lirih dalam pelukan terakhir. Restu keluarga datang sebagai cahaya, tapi semesta tak pernah membiarkan cinta tumbuh tanpa ujian. Jarak, waktu, dan kesibukan perlahan menjadi jurang yang memisahkan, hingga keduanya mulai kehilangan sesuatu yang dulu sangat erat mereka genggam. Dalam keheningan pendakian gunung dan dinginnya malam, Iki menemukan ketenangan sementara dari luka yang tak pernah bisa ia ucapkan. Tapi satu hal tak pernah berubah-namanya masih Cawa. Dan rindunya, selalu mengarah ke sana. Cawa bukan hanya kisah cinta dua anak manusia. Ini adalah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, luka yang disembunyikan, dan harapan yang digantungkan pada langit yang kadang terlalu jauh. Sebuah kisah yang akan membuatmu diam, menangis, dan bertanya: Apakah cinta sejati harus selalu memiliki? Atau cukupkah dengan... tetap mencintai, meski dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines