DEGUP
  • WpView
    Reads 744
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 26, 2024
"Kak, boleh minta tanda tangannya?" Naira menyodorkan papan kertasnya kepada Satrya. Satrya mendongak menatap Naira. Setelah meletakkan kamera di samping duduknya, Satrya meraih papan kertas Naira dan menggoreskan tanda tangan asal. Seharian ini entah sudah berapa banyak mahasiswa baru yang minta tanda tangannya, sebagai bagian tugas dari panitia ospek buat mahasiswa baru. "Sekalian ditulis nama kakak di bawahnya ya," ujar Naira yang masih berdiri di depan Satrya. Satrya kembali mendongak menatap Naira tajam, aneh. Tapi akhirnya ditulis juga namanya. Naira tersenyum puas. "Kenalin kak, saya Naira." ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada Satrya. Tak lupa, senyuman lebar yang memperlihatkan susunan giginya yang rapi. Manis.
All Rights Reserved
#5
yeju
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hema Alkaris (and his life)
  • GUNFA
  • Waiting For You [TAMAT]
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Rainbow
  • BECAUSE NOONA
  • Hidup | Lee Jeno [TERBIT]
  • Sadewa (END)

"Woy, cewek beasiswa!" Suara Saiful menggema di ruang kelas. Nada suaranya santai, tapi jelas menyindir. Gak perlu jadi jenius buat tahu siapa yang dia maksud, karna cuma ada satu cewek di sekolah ini yang masuk lewat jalur beasiswa. Dara. Dara yang lagi duduk langsung reflek noleh. Matanya langsung menangkap sosok Saiful yang berdiri dengan gaya sok keren, dua tangan masuk ke saku celana, dagu sedikit terangkat. Senyumnya... ngeselin banget. Dara tarik napas sebentar, lalu senyum tipis. Bukan senyum ramah, melainkan lebih ke senyum "jangan main-main sama gue." Dia bangkit, langkahnya santai tapi pasti. Dan sekarang, jarak mereka cuma sejangkal. Dara harus mendongak sedikit buat bisa lihat muka Saiful dengan jelas. Matanya tajam, suaranya tenang tapi penuh tantangan. "Kenapa? Perlu bantuan, dasar Iron Man terbang." Ekspresi Saiful langsung berubah. Kaget. 'Nih cewek tau dari mana?' pikirnya. Tiba-tiba, Saiful angkat tangannya dan dengan santai nyentuh dagu Dara, ngeratain pandangan mereka. Tatapannya lebih serius sekarang-ada sesuatu yang dia coba cari di mata Dara. Tapi cuma sebentar. Dia langsung ngelepasin tangannya. "Gue tau lo, cewek seragam luntur." Nada suaranya tajam, hampir kayak tuduhan. Dara nggak mundur sedikit pun. Malah sebaliknya. Tangan kirinya langsung narik dasi Saiful pelan tapi pasti, bikin cowok itu harus nurunin sedikit kepalanya. "Jangan lupa," bisik Dara. "Semua ini gara-gara lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines