We hebben onze Inhoudsrichtlijnen bijgewerkt.
Bekijk de nieuwste richtlijnen om veilig verhalen te blijven delen.
Langitku 1999

Langitku 1999

  • WpView
    reads 6
  • WpVote
    Stemmen 2
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd don, nov. 24, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
Bagi langit, Bhumi sama saja seperti adik tingkat lainnya yang menyukainya secara fanatik, sebelum Langit terjebak masuk dalam hidup Bhumi yang ternyata lebih menyeramkan daripada dugaannya. Bhumi itu ceria sedang Langit itu diam Bhumi itu berisik sedang Langit itu tenang Bhumi itu lemah sedang Langit hanya bisa jadi plasternya Bhumi itu sempurna kalau dia langitnya Start 24/11/22
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Fall Into You [ end ]
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • 7 JANJI DARI LANGIT
  • Egois
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Langitra
  • RAIN
  • TANPA KORDINAT

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen