The Last One Team (Rewrite)

The Last One Team (Rewrite)

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 10, 2023
WpInfo
Fiction
Horror
Amora menatap ke atas. Melihat langit yang tak seindah dulu. Begitu gelap dan juga pekat dengan udara yang terkontaminasi. Padahal jam menunjukkan Pukul 11:35 menuju siang. Tapi langit terlihat mendung dan muram. Kini dirinya dan juga Team Eagle melakukan misi reconaissance di salah satu daerah yang belum lama ini terkontaminasi untuk mengecek kembali situasi di sana karena, ketika Team Visual dari bagian Daerah Azrof mendapatkan sinyal dengan dot merah dari wilayah ini. Karenanya, salah satu bagian dari The Last One Team yang merupakan Team Eagle dengan wakil Amora Benzein Al-slam dan Ketua Kendrick Xavi Arestein menuju lokasi dengan teliti, perlahan namun pasti. Ini ketiga kalinya Amora melakukan misi dengan dot merah sebagai peringatan dan setiap kali misi tersebut ditujukan kepada tim yang Amora tempati, setiap itu pula hampir seluruh timnya mati tragis dan mengenaskan. Namun, Amora dan yang lain tak gentar. Mengetatkan geraham dan mengepalkan kedua tangan, mereka terus berusaha maju menuju misi yang bisa disebut sebagai misi bunuh diri tersebut. Ketegangan bisa dirasakan oleh Team Eagle. Namun, mereka tak gentar. Mereka terus berjalan ke depan meskipun tahu bahwa tujuan mereka akan meninggalkan bekas luka, kematian, dan juga trauma yang mendalam. Tak hanya Team Eagle. semua Team yang ada di The Last One Team sudah siap mempertaruhkan semuanya hingga akhir. Bertarung melawan musuh umat manusia dan juga makhluk hidup lain demi mempertahankan ekosistem dan eksistensi mereka. Tidak ada kata kalah dan menyerah di kamus mereka. Karena ketika hal itu terjadi, akhir yang ada adalah kematian dan akhir makhluk hidup di muka bumi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • [1]  AMELA
  • UNRAVELED
  • In The Grip Of Darkness ( END )
  • Seorang Penyelamat Tanpa Waktu (Fanfic TCF Terjemahan)
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Binary Obsession

Asraea Thalassa, berparas menawan dengan kekejaman tingkat tinggi─ sang pembunuh yang hanya mencabut mata korbannya, membuat dirinya dijuluki sebagai Eye Plucker. Selain menjadi Eye Plucker, Asraea juga menyembunyikan statusnya sebagai simpanan sang pebisnis. Lantas bagaimana jika Asraea tewas dan terpaksa menempati raga seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku menengah atas? "Balaskan dendamku, Kak. Aku mohon," Rhea Amorelle Marquette, sosok yang terbuang di keluarga Marquette. Menyimpan luka sendirian sejak kecil, yang akhirnya tewas dengan tidak adil. Rhea memiliki satu permintaan yang mencekalnya ke akhirat, ya .... Dendam dan amarah yang belum terselesaikan. Karena itu, dia memohon pada jiwa Asraea untuk menepati raganya dan membalaskan dendamnya pada keluarga Marquette. Keseruan apa yang akan terjadi? Apakah Asraea akan mencabut satu persatu mata dari anggota keluarga Marquette? Sebagai bentuk pembalasan dendam raga yang ditempatinya atau bermain-main dengan penyiksaan yang membuat mereka ingin mati secepat mungkin? *** "Tampan," "Aku sudah mendengarnya terlalu sering," "Maka jadikan aku pasanganmu," *** Tidak hanya tentang pembalasan dendam, cinta yang sebenarnya pun akan dimulai. Antara Asraea dengan seseorang yang tidak pernah gadis itu duga sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines