Puisi Untukmu

Puisi Untukmu

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 23, 2025
Kehidupan itu keras, ada kalanya kita berusaha, ada juga kalanya kita lelah. Ada juga hari dengan tapi atau kalau saja. Suatu hari di hujan yang deras. Aku terbangun dari tidurku, ku lihat jendela yang basah akibat air hujan. Aku sadar bahwa hidup ini itu indah. Tergantung bagaimana perspektif kita mengenai kehidupan itu sendiri. Akulah pemeran utama dalam ceritaku sendiri, dan pemeran figuran di cerita orang lain. Orang orang yang aku temui, siapapun itu semuanya adalah pemeran tambahan di ceritaku. Terdengar sombong bukan(?) Pendapatmu tidak penting.
All Rights Reserved
#560
english
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • ROMANSA KATA
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • Pesta Kecil
  • Story of My Life (Kelesah)
  • Cassandra✔✔
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines