Blood&Sweet

Blood&Sweet

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 27, 2022
⚠️21+ada adegan yang tidak pantas untuk ditiru harap bijak memilih bacaan. Jika tidak suka tidak usah repot membacanya Gadis itu berlari kesetanan ditengah hutan sesekali kepalanya menoleh kebelakang dengan panik. Dor Tubuhnya reflek berhenti saat mendengar suara pistol itu namun itu tak lama karna dirinya sudah memaksakan tubuhnya yang penuh luka memar dan juga darah itu untuk terus berlari. "Hahhh...hahhh..."suara nafasnya terdengar jelas diheningnya hutan gelap. Srek..srek.. suara langkah kaki seseorang membuat jantungnya semakin terpacu cepat. "Apakah kamu ingin bermain petak umpet denganku baby girl?" Sontak saja yasha bersembunyi dibalik pohon besar saat mendengar suara yang sangat ia benci dengan mulut yang ia bekap agar tak menimbulkan suara. "Gadisku pintar bersembunyi sekarang hmm dimana ya?" Air mata mengalir begitu saja saat mendengar langkah kaki yg mendekat kearahnya saat akan melangkah untuk kabur tubuhnya sudah ditarik dan langsung masuk kedalam pelukan lelaki itu"kena kau"bisik lelaki itu tepat disamping telinga Yasha. Detik itu juga kesadaran Yasha terenggut ia pingsan didekapan lelaki yg memeluknya posesif. ° ° ° Ini 100% murni khayalanku sendiri Maaf kalau ada kesalahan atau persamaan mohon dimaklumi baru pemula soalnya hehe.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lucallen Adam
  • Hurt Girl! (Completed)
  • Where am I?
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • crazy, you guys are crazy
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Poison Of Love
  • [END] YANG PEKA DONG!! [BL]
  • Arsyilazka

[END] [Cerita membosankan] [Brothership not BL!] Luca, anak laki-laki berusia 14 tahun. Ia sedang duduk ditepi kasur sambil menyeka darah yang mengalir keluar dari hidungnya. Tiba-tiba terdengar suara gebrakan pintu, tapi ia memilih acuh. Sibuk dengan kegiatannya yang sedang menyumbat darah mimisannya menggunakan tisu. Brak Luca menatap beberapa orang yang menerobos masuk kamarnya, semua berpakaian hitam dan berbadan atletis. Luca menatap mereka sedikit tidak peduli, "Siapa kalian?" Salah seorang dari mereka berbisik, dan kemudian satu orang diantara mereka pergi keluar. Satu orang lagi, mendekat ke arah Luca. Luca yang masih melihat orang yang sedang mendekatinya itu, kini membuang tisu berdarah itu ke sembarang arah. "Aish, sial." Luca menatap tajam mereka semua yang berada dalam kamarnya. Cover? Pinterest!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido