Black Rose

Black Rose

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa?? Kau laku kan ini, apa salah mereka pada mu sampai kau melukai merek??!! Jawab?, Aku membawa mu kepadanya untuk menjaga, membuat dia bahagia tapi mengapa kau membuatnya menderita seperti ini!!! *Sambil duduk dilantai dan menangis*." "Anda bertanya tuan?? Akan saya jawab Anda membuang saya, meninggalkan saya dan membuat saya hidup dengan cacian, penghinaan tapi saya tetap bertahan sapai kau datang kehidupan ku, meminta ku untuk ada dalam dunia barumu, meminta ku untuk menjaga dan membuatnya bahagia dengan sisa hidup ku, kau pikir aku ini apa mmhh??, SAMPAH? YANG SEENAKNYA KAU BUA SEMBERANGAN LALU KAU PIKIR UNTUK MENJAGA LIKUNGAN KAU PUNGUN DAN DAUR ULANG SUPAYA BERGUNA BEGITU??? Hah? maaf tuan tapi kau salah, aku adalah sampah beling yang tak bisa lagi di daur ulang, aku sampa yang jika dipungut bisa melukai, dengan bergitu aku baru bisa berguna * sambil tersenyum* Jadi jangan salahkan aku atas kekacauan ini, karena kau yang membuat semunya begini hehehehehe. Kenapa kau menagis tuan bukan kah, aku melakukan tugasku dengan baik?? Seharusnya kau memberikan aku imbalan atas usaha ku *sambil membuat wajah sedih* aku sudah menjaganya dan membuatnya tersenyum selama ini walau hanya sebentar tapi aku melakukannya dengan sepurna tapa ia ketui, tpi kau memberikan kemarahan dan air mata mu atas usaha ku, kau memang jahat tuan atau aku pagi kau. ......."
All Rights Reserved
#1
balasdemdam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "LOVE AGAIN"
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • AMORA
  • He Called Me Mama
  • Promise or Leave
  • K.I.T.A
  • I'm Bad Girl
  • Paradise
  • Wrong Dream
  • Amour (COMPLETE)

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines