"K0nt0l lo"
Karena kesal gadis itu keceplosan dan mengeluarkan kata kasar itu. Dia menatap Vinder takut takut.
"Mau gue jahit mulut lo?"
Nyali gadis itu ciut melihat Vinder yang menatapnya tajam.
"Cewek ngomong kasar lo kira keren?"
Gadis itu hanya diam.
Kesal. Kata itu menggambarkan hati gadis yang sedang bersama Vinder saat ini. Dia ingin dibujuk. Dia ingin agar Vinder membujuknya dan memperhatikannya.
"Mau ikut ekskul" cicitnya.
"Dari tadi ekskul mulu. Yang laen aja nanti gue bolehin"
"Yaudah mau balapan" jawab gadis itu antusias.
"Gue patahin kaki lo, mau?"
"Ihh, katanya dibolehin gimana sih"
"Yaudah silahkan, jangan salahin gue kalo gue cepuin ke papi lo ya sayang" ucap Vinder.
_______
"Gue udah pasrah, terserah mereka mau ngomong apa tentang gue, gue udah biasa kok disalahin terus sama mereka. Gue mau nyerah, mau gue jelasin gimana pun ke mereka tetap aja mereka ngga bakal percaya" ucap gadis itu mulai menangis.
"Lo ngga boleh nyerah, kita cari sama-sama ya jalan keluarnya?, lo ngga boleh biarin mereka nyalahin lo terus lo-
"Tapi ini emang salah gue hiks, gue yang udah bikin dia trauma hiks. Ini salah gue, hiks ini emang salah gu-
Cowok itu berteriak, "INI BUKAN SALAH LO!, ini bukan salah lo sayang" ucapnya sambil mengelus kepala gadis itu.
"Lo ngga boleh nyerah, inget sama tujuan kita semua. Kita semua sayang sama lo"
Ingatlah, masalah dan cobaan yang datang itulah yang menjadikanmu kuat.
"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan
"membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu
"ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya
"berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana
disisi lain
"aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya.
______________________________________________________________________________________________________________
"bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya
dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan
"goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh
"sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah