Tumbuh Menjadi Dewasa

Tumbuh Menjadi Dewasa

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 26, 2022
Ini adalah denyut kehidupan seorang sheira. Seorang remaja yang sedang tumbuh menjadi dewasa, remaja yang sangat mencintai lukisan di atas langit. Banyak lika liku yang di hadapi tapi tidak dapat diutarakan. Lantas bagaimana jalan kehidupannya menjadi dewasa?
All Rights Reserved
#13
autobiografi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidupk(a)u [Part I]
  • IMPIAN YANG LENYAP
  • Another Life (Completed)
  • Himpunan Semesta [END]
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • Unpredictable Love
  • Villainess Illusion
  • ASRAR [TERBIT]
  • Syv : The Legend of Casambra

Hidupk(a)u mengisahkan perjalanan seorang gadis berusia sembilan belas tahun untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Usia sembilan belas tahun benar-benar menyadarkannya bahwa dunia masa kecilnya sudah hilang dari kehidupannya. Kelenaannya akan kehidupan masa kecil yang indah membuatnya gelap mata saat menginjak usia transisi menuju dewasa. Masalah demi masalah timbul silih berganti, membuatnya merasa dunia begitu jahat kepadanya. Pertanyaan demi pertanyaan pun timbul dalam benak seolah ingin menentang takdir. Dalam kekalutan yang teramat sangat, ia mengurung diri dan merenung tuk beberapa waktu. Di tengah proses perenungan yang tak sebentar, berbagai gejolak kehidupan mencuat satu per satu seakan memberi tanda baginya. Perenungan yang begitu menguras pikiran dan perasaan. Perenungan yang begitu melelahkan raga serta jiwa. Namun terselip jawaban-jawaban Tuhan di setiap gejolak yang menyeruak di permukaan. Masa dewasa yang ia pikir hanya soal jatuh cinta dan patah hati, nyatanya lebih membekas dari dua hal klasik itu. Keindahan yang melebihi jatuh cinta, dan keburukan yang melebihi patah hati. Keduanya lebih melekat dalam langkah dan menyatu dalam ego. Keduanya lebih membelalakkan mata akan hidup yang sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines