An Art Gallery [END]

An Art Gallery [END]

  • WpView
    Reads 1,553
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 26, 2023
Nadin Zhieyra, selalu merasa gagal dalam mancapai sesuatu. Tak ada satu pun yang bisa menarik Nadin untuk melakukannya dengan serius. Mencari di mana bakat dan jati dirinya bukan hal yang mudah. Sahabatnya, Raelna. Menyarankan agar Nadin mempelajari sastra dan kesenian. Nadin mulai mencari jati dirinya dengan pendekatan pada sastra dan hal-hal yang berbau seni. Nadin pergi ke salah satu Galeri Seni dan menemukan banyak hal baru disana.Juga teman baru, Aqiel. Laki-laki yang berhasil menarik perhatian Nadin untuk belajar kesenian dan sastra. Nevy Aqiel Khaezure adalah seorang seniman sekaligus penulis. Lukisan dan karya-karyanya banyak terkenal dimana-mana. Pertemuan mereka memberikan banyak pelajaran baru dalam hidup Nadin. Aqiel mengajari Nadin, mulai dari menulis hingga melukis. Nadin pantang menyerah karena menurutnya, Aqiel punya semangat yang tinggi dan serius dalam mengajarinya. Bagaimana kelanjutan cerita pertemanan Nadin dan Aqiel? Apa yang akan terjadi setelah Nadin terjun ke dunia seni dan sastra?
All Rights Reserved
#208
seni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Unconditional Love
  • FATQEEL
  • Ayyara's Romantic Mess (Hiatus)
  • P O T R E T - TAMAT✔
  • CINTA ITU INDAH YA?
  • ALGIS ✓
  • Absquatulate ✔️
  • Sexy Violence Yummy [Mature]

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines