Senja Kala Itu

Senja Kala Itu

  • WpView
    Membaca 66
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 4, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Dari sekian banyak kisah yang kulalui dalam hidupku, tentangmu adalah yang paling berwarna meskipun abu-abu pada akhirnya. Banyak sekali kata rindu yang ingin kusampaikan, namun entahlah, sepertinya semesta tidak menginginkan pertemuan itu ada, pada akhirnya aku hanya mampu meluapkannya amarahku. Aku marah pada semesta yang sekalipun tidak pernah mempertemukan kita dalam ketidaksengajaan, tapi berkali-kali aku berusaha menyadarkan diri bahwa tidak sepenuhnya semesta bersalah. Kali ini mungkin memang aku dan kamu yang patut untuk disalahkan, tentang aku yang menunggumu terlalu sering, dan tentang kamu yang tidak pernah datang kembali. "Pada akhirnya aku tak mampu menyampaikan rinduku padamu, hanya bisa kutitipkan lewat lembutnya angin laut, seperti yang aku sampaikan padamu, aku menunggumu di dermaga ini pada sabtu kedua setiap bulannya." -Kanaya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#302
laut
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Story Of Diana [ Berhenti ]
  • Be Mine [Terbit]
  • RANNA
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • GENTAWAβœ“
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • The Velvet in Love ( Selesai )
  • Kamu Bukan Untukku [TAMAT/REVISI]

" aku tahu ribuan kalimat kau tulis untuk memberi tanda bahwa kamu selalu sabar menungguku, yang seolah-olah kauingin mengatakan pada dunia bahwa kamu sangat mencintaiku dan berharap aku mengerti itu. Oke aku tahu tentang tanda-tanda yang kau kirimkan itu, tapi aku memilih untuk diam. Bukan berarti aku sedang memberi harapan palsu padamu dan pura-pura tidak melihatmu, hanya saja kamu terlalu abu-abu... aku selalu bertanya-tanya pada diriku... Akankah tulisan itu untukku? Apakah kau benar-benar menungguku? atau kau sedang menunggu siapa? Lantas jika benar itu aku, mengapa kau tak benar-benar memperjuangkan hatiku. Kau biarkan aku terbang dengan prasangka-prasangka buruk untukmu.. Maaf .. sepertinya penantianmu kini tak berarti apa-apa untukku. tolong jangan datang lagi, aku lelah.. " Dariku, Diana Copyright Mei 2017 by Emilda Fajriah DILARANG MENJIPLAK ATAU MENULIS ULANG!!!!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan