Maybe They Meant To Be (On Going)

Maybe They Meant To Be (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 370
  • WpVote
    Votos 114
  • WpPart
    Partes 32
WpMetadataReadConcluida mar, mar 17, 2026
Ghyr Hadziq adalah seorang siswa SMA Rajawali yang memiliki peringkat ter-rendah di sekolahnya. Karena nilainya yang buruk, ia pun harus mengikuti program pertukaran siswa yang diberikan oleh pemerintah selama 2 bulan. Ghyr di tempatkan di sekolah SMA Nusa Bangsa, salah satu sekolah bergengsi yang ada di pusat kota. SMA Rajawali dan SMA Nusa Bangsa tidak berjarak jauh. Karena Ghyr adalah murid dari SMA Rajawali yang terdengar sekolah dengan murid bodoh terbanyak, siswa-siswi dari SMA Nusa Bangsa pun menganggap remeh Ghyr. Namun, saat hari pertama ia di pindahkan, tanpa sengaja ia di tempatkan di kelas yang sama dengan mantan kekasihnya saat SMP dulu. Akankah kisah cinta Ghyr bersemi kembali?
Todos los derechos reservados
#573
ldr
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • He Wrote My Name Wrong
  • Bocil Kesayangan Kak Lulu || LuRah
  • Zona Nyaman Seorang Badboy [END]
  • Sudah Terlambat ☑️
  • The PRINCESS diaries 🎀 ( on going )
  • Janji Yang Harus Kita Tepati Bersama
  • Cool Boy & Gadis Halu

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido