Story cover for Senior & perjodohan by bahasabasi
Senior & perjodohan
  • WpView
    Membaca 40,918
  • WpVote
    Vote 455
  • WpPart
    Bab 29
  • WpView
    Membaca 40,918
  • WpVote
    Vote 455
  • WpPart
    Bab 29
Bersambung, Awal publikasi Nov 26, 2022
"Kaku banget kek kanebo kering, ini bukan yang pertamakan?" Raka menarik satu ujung bibir nya. Dan pertanyaan nya tidak di respon dean. Melihat dean masih mematung raka pun menyimpulkan sendiri.
"Ok kaya nya emang yang pertama. kalo gitu ga bisa di lupain dong?" Kekeh raka dan pergi dari kamar dean.
Beberapa menit setelah raka keluar dari kamar nya, terasa jantung dean kembali berdetak
"Aku bisa mati kalo begini!" Dean kesal dan memilih untuk tidur.

--------------------------------------------------------------------
Cerita 21+ 
Yang belum cukup umur tanggung sendiri!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Senior & perjodohan ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#134perjodohanpaksa
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Be Yours cover
Love From Distance cover
My Sugar Daddy(END) cover
Arsyilazka cover
JUANDARA √ cover
My Partner In Sex [Re-Upload] cover
My Daddy 2 (on going) cover
My Lecturer My Future cover
Zeelan ( Menjadi Yang Kedua ) cover

Be Yours

5 bab Lengkap

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.