Share Mom
  • WpView
    MGA BUMASA 1,141
  • WpVote
    Mga Boto 129
  • WpPart
    Mga Parte 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Dec 25, 2024
Bagaimana jadinya jika kau harus berbagi ibu dengan orang lain? Ketika ibu mencuci aku jadi kembali teringat tentang kedekatan keduanya yang persis seperti seorang anak dan ibu. Aku memanggilnya lirih, hampir tidak terdengar. "Ibu." Dia menatap kearah ku dengan tangan yang masih mencuci piring. "Dia siapa nya ibu?" Ibu terdiam ketika aku memperlihatkan foto keduanya di salah satu cafe. "Dari mana kau mengetahuinya?" tanya ibu dengan wajah masih kaget tak menyangka apa yang telah terjadi sekarang. - Arjuna Yudha Jerikho as Choi Yeonjun Meskipun aku berusaha bersikap biasa saja, perasaan sakitnya masih terasa. Apalagi dengan perasaan Kak Arjuna? Dia pasti orang yang paling sakit hati ketika mengetahuinya, dan kami tidak bisa egois untuk memiliki ibu agar keluarga kami utuh. Ayah menjadi selingkuhan bunda, dan harusnya kak Arjuna yang memiliki bunda sebagai ibunya. Bukan aku yang hanya benalu dalam kehidupan keluarga Jerikho. "Bukan hanya kau yang merasakan nya, aku juga. Ingin menyalahkan keadaan. Namun, semuanya telah terjadi. Kita tidak dapat mengubah apapun, dan hanya dapat menjalani apa yang telah terjadi." - Almay Taqi Abdurrasyid as Taki Riki
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • [Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅
  • Bukan Cerita Kita
  • Is It Home ?
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • LOVE THROUGH ENGAGEMENT || TAEGYU [✓]
  • Semesta Berlima
  • Setengah Waras, Sepenuh Sayang | TXT
  • Teman Masa Gitu [ Taegyu End ]
  • Asmaraloka
  • Aku Dia dan Kamu

"BEKAL buat siapa?" Beomgyu mendongak. Atensinya berpindah dari kotak bekal lucu di atas meja ke wajah ibunya yang mengernyit penuh tanya. Habis, tidak biasanya Beomgyu menghias bekal makan siang sampai selucu ini. Sempat bingung sedetik harus jawab apa, akhirnya Beomgyu menggeleng. "Buat aku. Makan siang." "Tumben." "Makan siang sama Yeonjun," imbuhnya lagi. Alis ibunya sedikit terangkat. "Oh, yang akhir-akhir ini suka numpang Wi-Fi di sini?" "Numpang Wi-Fi sambil ngerjain tugas, Ma. Iya, Yeonjun yang itu." Tak ingin terperangkap lebih dalam oleh ribuan pertanyaan lain dari ibunya yang ia yakini ada, yang ia tahu juga bahwa mata sang ibu sedang mengekorinya dengan curiga, maka Beomgyu segera menyelesaikan aktivitas menghias bekal itu. Ia buru-buru kabur meninggalkan dapur karena salah tingkah, tidak ingin sampai ibunya menangkap gelagat lain yang ia munculkan dengan tidak sengaja. Seperti, misalnya, pipinya yang mendadak jadi merah muda, atau suara degup jantungnya yang seolah bisa menembus rongga dada. Sedapat mungkin ia harus lari dari pertanyaan yang tak ingin ia jawab. Tapi sayang, ibunya selalu lebih cepat daripada apa pun. "Cuma buat makan sama Yeonjun, tapi kok bekalnya dihias sampe seniat itu? Ada apa?" Mati. Apakah ini salah satu tanda ibunya mulai curiga? --- Genre: School-life, Boys Love, Hurt/Comfort, Heavy Angst with Sad Ending Rating: R Trigger warning: Homophobic environment, rejection, character death (tragically), physical and verbal abuse, violence, abandonment.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman