Biru
  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 26, 2022
Anika pun tak mengerti. Dari sekian limit skenario hidup, mengapa dirinya harus berhadapan dengan takdir masa putih abu-abu yang begitu payah. Bukannya Anika tak bersyukur. Tapi siapa yang mau harinya selalu dikelilingi para gadis jahat? Dengan tugas rumah yang direnggut paksa, bekal untuk tong sampah, serta uang saku yang selalu menjadi incaran? Tentu saja tidak ada orang di dunia ini yang mau memiliki hidup seperti itu. Anika Pramusita Ayunisari, hanyalah seorang gadis biasa. Yang terkadang juga ingin punya seorang teman dan hari sekolah yang menyenangkan. Hingga suatu hari, ia bertemu 'Biru'. Sesosok murid tak kasat mata yang bahkan tak ingat namanya sendiri. Terlepas dari wujud pucatnya yang kacau penuh lebam, setidaknya hanya tingkah kocak makhluk itu yang tak pernah gagal membuat Anika merasa berharga. Tapi, akankah Biru selamanya menjadi 'teman' Anika? Setelah kasus kelam 20 tahun lalu itu terungkap, kita akan tahu jawabannya. Copyright © 2022 by hierasha #nunobanoia #songlitnoia #nubarkeempatnoia #ayoberanibarengeunoia
All Rights Reserved
#7
nunobaeunoia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Annalisa]: The Crimson Theater
  • Kutukan Tumbal
  • ABINARA [SUDAH TERBIT]
  • Ketika Cinta Berbicara
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Frasa Alinea
  • My Enemy Ayna
  • Admiring You || END
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School

Ahhh ~Annalisa telah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namun masa masa SMP yang penuh dengan penghianatan dan penolakan membuatnya tak bisa mempercayai orang lain lagi, ditambah sebuah insiden yang membuatnya harus mengalami depresi berat. Namun jauh dari itu semua terdapat sebuah perasaan yang tercipta dari segala insiden tersebut. Dan saat ini reuni sekolah yang berujung sebuah tragedi tak bisa lagi di hindari. Ini adalah awal dari sebuah misteri besar di balik pria bertopi abu abu. . . "Hei lihat aku! Aku di sebelahmu! Aku selalu ada untukmu" . . "Aku hanya ingin dirimu! Bukalah pintu hatimu untukku" . . "Aku tak akan pernah memaafkan mu Wijaya!" . . "Baiklah, sekarang nikmati permainannya" . . "Firo kau!" . . "Penghianatan, rasa iri, air mata, keterpurukan. Semuanya! Perlihatkan semuanya padaku"

More details
WpActionLinkContent Guidelines