Why him?

Why him?

  • WpView
    LECTURAS 90
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 12, 2024
"Aku terus menyesali mengapa dulu aku tidak mendengarkan nasihat temanku. tidak seharusnya aku merespon pesanmu dulu. dan sekarang aku hidup dengan dihantui ekspektasiku untuk kita dulu. Aku benci mengingat bahwa aku pernah sangat mencintaimu, Aku benci untuk tinggal dan melewati tempat yang pernah kita kunjungi, Aku benci diriku yang amat sangat mencintaimu dan aku benci dengan harapan bahwa suatu saat kau dan aku akan kembali seperti dulu." Aurel berjalan memasuki pesawat dengan Air Mata yang tertahan dipelupuk matanya, matanya nanar, pandangannya jauh kedepan seolah memikirkan hal yang amat sangat menyakitkan. "sampai jumpa, Ibu, Ayah, Fira. Doakan abang kembali dengan sukses" Ucap Fiqran mencium punggung tangan Ibu dan Ayahnya lalu mencium kening adiknya, kemudian ia memasuki pintu pesawat, kembali ia melambaikan tangannya kepada keluarganya yang akan ia tinggalkan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sejenak Luka
  • Promise Me ( END )
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • The Story Of You And I
  • Hello!! my Husband [END]
  • Aladin [SELESAI]
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • GEMA (On GOING)
  • ALSTARAN [END]

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido