Tentang Semesta

Tentang Semesta

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jun 10, 2025
"Mas Halgarrrr!" teriak Umara dari ujung tangga untuk Helgar yang tengah berjalan menuju laboratorium. Halgar memalingkan wajahnya untuk menatap Umara. "Follback ya!" sambung Umara kembali. Halgar tertawa kecil seraya menganggukkan kepalanya kemudian memasuki laboratorium meninggalkan Umara yang masih menatapnya. **** On Going!
Todos os Direitos Reservados
#10
salya
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • [END] Blind Rainbow
  • Audrey (New version)
  • Did I wrong?
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Masa SMA [Completed]
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • DISAPPEARED [COMPLETE]
  • Sibling Goals

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo