Nichi hidup sesukanya. Orang tua tidak pernah melarangnya melakukan apa yang disukainya. Kebebasan adalah hak patennya. Selama Nichi bahagia, orang tuanya juga bahagia. Bukan karena orang tuanya tidak perhatian, tapi mereka memberi Nichi tanggung jawab atas pilihannya. Jadi kebebasan itu adalah salah satunya. Bebas yang bertanggung jawab.
Karena sedari kecil diajarkan seperti itu, Nichi tidak suka dikekang, tidak suka diatur. Ia punya peraturan untuk hidupnya sendiri dan ia tahu batasan.
Tapi batasannya itu dilewatinya sendiri. Malam yang harusnya berjalan mulus harus berakhir menjadi petaka. Bagaimana tidak, paginya Nichi terbangun dalam keadaan telanjang dengan Apollo di sisinya.
Apollo mantan kekasih sahabatnya, Reyna,yang dibenci Nichi.
Bagaimana bisa selaput yang dijaga selama dua puluh enam tahun hidupnya harus terlepas dan itu oleh Apollo. Apalagi pria itu mau bertanggung jawab. Nichi rasanya mau gila. Antara menerima atau menolak pertanggung jawaban tidak masuk akal Apollo itu.
Warning! : bad words
Published: December, 9th 2022
Written since: November, 25th 2022
"Gue udah bilang, gue gak mau jadi pacar lo Galak!!" Pekik Gisha menolak tegas.
"Gue gak peduli. Intinya, lo pacar gue! Dan lagi, Siapa yang lo maksud Galak?" Tanya El tak mengerti.
"Elo lah! Nama lo kan Galaksa!"
El sontak berdecih kesal. "Anj-"
"Apa?!!"
"Gak jadi."
...
[Jika tidak suka dengan alurnya, harap jangan dibaca. Belum direvisi! Masih banyak alur yg gk nyambung dan aneh.]
BELUM DIREVISI!
[JANGAN BERHARAP LEBIH PADA CERITA INI! CERITA INI TIDAK SEPERTI YANG KALIAN BAYANGKAN!]
📌 Follow akun aku yukkk
📌 Konflik sangat ringan
⚠️ Kata-kata kasar!
⚠️ Bahasa tidak baku!
Start = 28 September 2021
Finish = 21 Desember 2021
-Happy Reading-