Tangled

Tangled

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya kisah cinta yang indah itu di SMA bukan? "Pantesan aja kisah cinta gue gak indah, orang gue anak SMK." -Leia. Leia adalah gadis SMK yang introvert tapi tidak terlalu introvert. Baginya, ketika masuk SMK dirinya akan bertemu dengan cowok tampan yang akan menjadi pacar pertamanya. Iya pacar pertama. Leia adalah seorang jomblo sejak lahir, tidak pernah merasakan pacaran dan tidak mempunyai mantan satupun. Awalnya ia bangga akan hal itu, karena ia merasa dirinya mahal. Tetapi seiring berjalannya waktu ia sudah cukup muak selalu sendirian. Dan pada akhirnya Leia bertemu dia. Dia yang menjadi pacar pertama Leia di hidupnya. Apa itu adalah hal bagus baginya? Tidak juga. "Seharusnya dari awal gue gak pernah naro perasaan ke lo." -Leia Pratana. "Gue sayang sama lo, tapi sifat lo bikin gue gak bisa terus bertahan sama lo." -Azka Fabian
All Rights Reserved
#18
louispartridge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines