Nayya Dan Takdirnya

Nayya Dan Takdirnya

  • WpView
    LECTURES 103
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., janv. 5, 2023
Hidup selama 23 tahun di kediaman keluarga Narapati adalah sebuah kebanggaan bagi Nayya. Cherika Nayyarapati Nazifa. Anak sulung dari keluarga kecil Narapati yang dijodohkan dengan seorang tuan muda Mahawirya. Arfathan Hafi Abqary Mahawirya, tuan muda sekaligus pewaris harta Mahawirya. Sikapnya yang dingin setiap hari, seolah-olah tidak menginginkan hadirnya Nayya dikehidupannya. "Saya tidak pernah menginginkan kamu hadir di hidup saya, Nayya." Perkataan yang dilontatkan oleh suaminya itu terngiang-ngiang dikepala Nayya. Dengan segala kesabaran yang ia miliki ia tetap menjalankan kewajiban sebagai istri. Ia tersenyum manis "Nayya tau kok, mas. Mungkin Nayya emang gak diinginkan dihidup mas. Tapi dari lubuk hati yang paling dalam, Nayya berjanji enggak akan tinggalin mas meski Nayya babak belur sekalipun. Gak akan, mas." Begitu tulus Nayya menyatakan itu didepan suami yang sangat ia cintai. Adakah Nayya bertahan dengan suaminya dan membuat suaminya jatuh cinta? Atau malah menyerah dan meninggalkan seluruhnya? Entahlah. Nayya juga tak tahu, ia hanya mengikuti skenario terbaik tuhannya. Dalam kisah ini, semuanya akan terjawab.
Tous Droits Réservés
#479
muslimah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Narasi patah hati
  • adalah TAKDIR (ongoing)
  • La Douleur Exquise
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • My Love is on Paper
  • Hanya Satu Rasa
  • Dia Khadijahku[END]
  • BROKEN HEART [END]
  • Antara Aku Dan Kamu (On Going)

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu