agent | nct dream x treasure (on going)

agent | nct dream x treasure (on going)

  • WpView
    Reads 474
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 13, 2023
"lo itu cuman manusia biasa na, ya walupun lo termasuk salah satu manusia spesial tapi tetap aja lo itu manusia biasa. pasti ada titik dimana dia sudah lelah, sama kayak lo kali ini" "nangis aja sepuas hati lo, gak papa. jangan ditahan, nanti malah sesek. curah kan semuanya" naresh menangis sejadi-jadinya, dia meremat baju yang membalut dadanya. hanan lalu memeluknya, dia juga ikut merasakan betapa beratnya naresh yang harus hidup sendiri selama 6 tahun. naresh bersyukur memiliki teman-teman yang sangat menyayanginya. hari itu bulan dan bintang menyaksikan betapa pilunya tangisan seorang samudra naresh erlangga. start : 12/11/22 end : -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • 𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 ✔ [𝗣𝗿𝗼𝘀𝗲𝘀 𝗥𝗲𝘃𝗶𝘀𝗶]
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • ICU Mom <MarkHyuck> [END]
  • 1520
  • DREAM ✓
  • PERIHAL KAMU DAN WAKTU (FINISH)
  • Broken melodies
  • [✔]RASENDRA [JAEMIN.Ver]

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines