Mistake? || Haruto Watanabe

Mistake? || Haruto Watanabe

  • WpView
    Reads 7,867
  • WpVote
    Votes 510
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 3, 2023
"Aku hamil." Dua kata yang sangat sulit Jia katakan itu akhirnya keluar juga dari mulutnya, membuat lelaki dihadapannya diam mematung. "Haidan, aku hamil," ulangnya lagi. "Kamu yakin? Udah cek?" tanya Haidan berusaha untuk setenang mungkin. Jia mengangguk. "Udah minggu lalu, garisnya dua." "Gimana bisa? Hmm maksud aku kita bahkan ngelakuinnya cuma sekali." Haidan mengusap wajahnya frustasi. "Kamu nuduh aku ngelakuin sama orang lain? Mau sekali ataupun berkali-kali, aku cuma ngelakuinnya sama kamu, Haidan!" Suara Jia sudah bergetar. Haidan menghela nafas berat sambil mengacak rambutnya kasar, "bukan gitu ... Jia dengerin aku. Kita masih 18 tahun, kita masih sekolah, kita juga mau kuliah nanti, we still have a long way to go, and i also still have many dreams." Jia mendongak, mencoba menatap mata Haidan. "Maksud kamu?" tanyanya. "Kita gugurin kandungan kam-" Plakkk "Bukan cuma kamu yang punya mimpi, aku juga punya, tapi ..." Jia meraih tangan Haidan kemudian ia taruh keatas perutnya yang masih rata itu. "Ada kehidupan disini, Haidan. Aku gabisa ngerampasnya gitu aja." ©Msjee_, 2022
All Rights Reserved
#31
harutotreasure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • [✓] Pacar Kontrak
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • 180° [END]
  • Baby On The Way
  • Arkanay : take me away!
  • Bukan ZONK!
  • [✅] Pernikahan Kontrak | Bakugou Katsuki x Readers | Adult AU
  • (MIN)E SUGA / (MIN)E YOONGI (END)

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines