Transmigration: Hi, Luna!

Transmigration: Hi, Luna!

  • WpView
    Reads 24,263
  • WpVote
    Votes 2,197
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 3, 2023
WpInfo
Fanfic
Supernatural
Ini aku, Kallen. Aku hanya seorang mahasiswi biasa pada universitas daerah. Hobiku adalah membaca sebuah novel. Ada sebuah novel yang akhir-akhir ini membuatku kesal. Cursed: When Protagonist Come. Novel itu menceritakan tentang kisah seorang pemeran utama perempuan, yang bernama Delila. Delila ingin merubah nasibnya dengan merantau ke kota, dengan memanfaatkan beasiswa yang ia terima dari sebuah SMA. Suatu hari ketika ia sedang bekerja di sebuah kedai mie kuah, ia hampir saja kehilangan nyawanya dikarenakan sebuah mobil yang tiba-tiba saja muncul dan menabrak kedai tempat ia bekerja pada saat itu. Saat itulah ia bertemu dengan sang pemeran utama pria bernama Carlos. Mulai dari hari itu, kehidupan Delila yang mulanya adem nan nyaman menjadi pahit. Beberapa pria yang terobsesi dengannya termasuk Carlos sendiri membuat dirinya tersiksa. Lalu pemeran antagonis bernama Luna yang adalah tunangan Carlos muncul dan mencoba menyingkirkannya. Di akhir cerita sebenarnya tidak ada yang berakhir bahagia. Delila menghilang begitu saja tanpa jejak dan Luna yang mengalami nasib tragis hingga akhirnya memilih bunuh diri di jembatan. Aku merasa bersimpati dengan Luna. Keluarganya tidak harmonis dan malah semakin hancur. Malam itu aku banyak bergumam selama belum terlelap. "Tolong biarkan aku menyelamatkan Luna" gumamku berkali-kali. "Gak jadi Tuhan, saya gak mau repot-repot" ending ku seenaknya. Tetapi nyatanya, ketika aku membuka kedua mataku keesokan harinya... "Lah?" Reaksi pertamaku ketika menatap wajah asing dalam cermin. Warning: Slow Update Authornya tukang hilang
All Rights Reserved
#305
transmigration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Only for Villainess (Tamat)
  • "Kael x Cedric: Simfoni Dua Kutukan"
  • Transmigration Of Story Writers
  • My Figuran Love [END]
  • Kelas A [End]
  • Stuck In A Novel (HIATUS)
  • Zeya transmigration (On going)
  • tranmigrasi Ariyana
  • Our Transmigration? Our? [ON GOING]
  • Belvita Transmigrasi

Salah satu impianku adalah bisa merasakan nikmatnya menjalani kehidupan makmur; kenyang, tidak perlu memikirkan masalah ekonomi, dan satu-satunya masalah hidup hanya memikirkan "besok mau makan apa?" Nah, jenis kehidupan damai, mapan, dan nyaman seperti itulah yang aku dambakan. Akan tetapi, begitu kematian mendekat dan ajal berhasil memutus napas kehidupan dariku; aku justru menempati raga salah satu tokoh antagonis sampingan dari novel yang sangat aku gemari: Ruby! Tidak masalah andai aku pindah ke tubuh Ruby ketika dia sudah menjadi orang kaya! Namun, .... "Anak tidak berguna!" Begitu mendarat wali asuh Ruby sibuk menghajarku dengan tamparan. Hei, ini bukan jenis transmigrasi yang aku dambakan! Biarkan aku hidup sebagai warga makmur dan tenteram, bukan korban kekerasan dalam rumah tangga! Apa gunanya transmigrasi bila harus bersusah payah dari awal? *** "Jadi, dia putri adikku?" Armand, kakak dari mendiang ayah kandung Ruby, membawaku pindah dari rumah "Tangisan Anak Tiri" menuju kediaman Aveza. "Kenapa dia begitu dekil?" Pearl, anak perempuan Armand, langsung mengataiku sebagai warga kelas bawah. "Barangkali Ayah salah anak." Alex, anak lelaki Armand, menganggapku sebagai sebuah kesalahan. Hei, kenapa aku harus berhadapan dengan pedihnya kehidupan remaja? Tidak bisakah aku menerima kunci emas sebagaimana penerima transmigrasi dunia? Sudah cukup berat hidup di dunia nyata, aku tidak perlu menghadapi dilema remaja kedua kalinya! "Kau keponakan orang sekelas Duke Aveza?" Sislin, tokoh utama pria, ternyata lebih menyebalkan daripada penggambaran novel. "Enyah!" Viren, big villain, menandaiku sebagai sampah masyarakat. Kepada para tokoh utama dan antagonis, tolong biarkan saya hidup damai dan tenteram serta bahagia. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines