Our Notes On A Plate

Our Notes On A Plate

  • WpView
    Reads 18,874
  • WpVote
    Votes 2,321
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Feb 18, 2025
[SPOTLIGHT ROMANCE OF FEBRUARY 2025 by Romansa Indonesia] [Sebelumnya berjudul "The Playlist"] "Kenapa playlist-nya? Kenapa musik latar bukan opini tentang desain interior atau seragam waiter yang harus jadi ciri khas review-mu?" Bagi Winona, musik memberikan dampak besar pada kehidupan manusia, termasuk saat menikmati makanan. Maka saat banting menjadi food writer, dia memasukkan penilaian musik latar di setiap tempat yang dikunjungi. Semakin cocok suasana lagu dengan hidangan, semakin tinggi rating yang akan Winona berikan. Namun, tak semua hal bisa berjalan mengikuti ekspektasi. Saat Winona mengunjungi No. 46, dia bukan hanya bertemu sang pemilik restoran yang terkesan misterus, tetapi juga absennya musik latar yang mengacaukan review-nya. Belum lagi kedatangan sang mantan, Ethan, yang membuat Winona kembali mempertanyakan keputusannya mengakhiri hubungan mereka. Di antara iringan musik dan hidangan lezat, Winona dihadapkan pada dilema baru: kembali pada masa lalu yang menggoda atau menyambut masa depan yang sarat tantangan? *** © Erlin Natawiria 2022
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in the Making [END]
  • You are my love
  • Not Like The Movies
  • Hearts Intertwined [END]
  • [1] THE ANNOUNCERS ✔
  • Tasteless Proposal
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan
  • Quarter Life CriShit [TAMAT]
  • Foolish Games
  • Close to You [Completed]

[Reading List @RomansaIndonesia - SPOTLIGHT ROMANCE OF NOVEMBER 2023] Menjadi lebih dekat dengan seorang Adhyaksa Januar merupakan suatu hal yang tak pernah berani Xenna Adhika bayangkan, apalagi menjalin yang namanya sebuah hubungan romantis. Namun, Xenna melupakan fakta bahwa skenario Tuhan memang selalu penuh kejutan. Dan, di usia Xenna yang ke-22, kedua hal tersebut nyatanya betul-betul terjadi dalam hidupnya. Hubungan itu pada akhirnya berhasil dibangun dengan berbagai ketakutan--akibat segala permasalahan yang sudah menimpanya--yang berusaha Xenna abaikan. Awalnya memang berjalan tanpa halangan, sampai apa-apa saja yang Xenna khawatirkan perlahan-lahan mulai berdatangan. Lantas, tibalah pada satu masa di mana Janu dan Xenna nyaris meratapi kehilangan. Adalah sebuah masa, di mana sepasang insan tersebut dihadapkan oleh kenyataan bahwa kemungkinannya, seluruh waktu yang telah mereka habiskan guna menciptakan berbagai momen berharga hanya akan berakhir menjadi serangkaian memori yang mampu mengundang kepahitan kala dikenang-kenang. --- © June 2023 by Dinda Arula

More details
WpActionLinkContent Guidelines