UNFAIR

UNFAIR

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Mon, Dec 26, 2022
[SUDAH TAMAT] Bisakah kau menjadi Lilith? Hidup dalam ambisi orangtua yang tak ada habisnya. Ia memanglah gadis dengan ego setinggi langit dan perasaan serendah dasar bumi. Namun ada kalanya ia juga merasa muak dengan semua intimidasi ini. Namun, mampukah Lilith bertahan dengan perasaannya yang sudah mati, berkarat dan melebur ini?
All Rights Reserved
#643
jjk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Secret Of The Lesson
  • The Eternal Suffering: Immortality
  • My Rain Downs The Earth
  • Evans life at School
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • Epiphany You
  • Just You And I
  • DILARANG JATUH C***A.
  • Half Of Me; Season 1 [KookU♥️] ✓

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines