Rumitnya Tumbuh Dewasa

Rumitnya Tumbuh Dewasa

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Saat masa kanak-kanak, kita hanya berfikir besok main apa dan main dengan siapa, besok main kemana dan bilang atau tidak pada ibu karena terkadang kita bermain ke tempat yang dilarang oleh ibu, entah itu sungai, entah itu main lumpur di sawah atau berpetualang layaknya si bolang. Dan juga berfikir besok main permainan yang sama atau mencari permainan seru lain yang berbeda, dan apakah aku yang harus ke rumahnya atau menunggu dia datang saja ke rumah ku. tapi bila dipikirkan secara seksama memang masa itu adalah masa paling indah yang pernah dilalui semua manusia yang sekarang sudah beranjak dewasa bahkan sudah lansia. Jika kita diledek, kita bisa mengadu pada ibu atau ayah kita, jika kita penasaran kita bisa bertanya prihal apapun dengan polosnya kita. tak pernah terlintas apakah dia akan sakit hati, apakah dia akan senang atau tersinggung dengan pertanyaan kita. Dan berbagi cerita di malam hari dengan ibu atau ayah prihal apapun yang ku lalui saat main tadi, serta menanyakan apapun yang baru ku tau adalah momen yang ku tunggu dimalam hari sebelum tidur. Saat kita kecil bermusuhan adalah hal yang biasa pada masa itu, tak perlu waktu lama untuk bisa bermain kembali dan berbaikan lagi, cukup ikut bermain lagi dan seolah-olah kejadian tadi itu tak pernah terjadi. Sungguh indah masa-masa itu, aku ingin kembali lagi kemasa itu, aku ingin bermain lagi, aku ingin tertawa lepas lagi dan aku ingin bisa dekat lagi dengan orang tua ku sama seperti saat aku masih kecil. Walaupun kadang terlitas sebuah pertanyaan random anak-anak yang selalu bertanya di dalam hatinya, apakah dewasa lebih menyenangkan dari masa-masa sekarang ini? karena mungkin kita akan lebih mudah dapat uang dan bisa beli apa saja dengan uang yang kita punya. kita bisa beli eskrim sepuasnya, bisa beli permen, chiki, coklat dan mainan sepuasnya tanpa perlu dimarahi ibu. (itu pemikiran ku saat masih Kanak-kanak) Tapi, setelah aku beranjak dewasa dan merasakan nya langsung, ternyata dewasa itu..
All Rights Reserved
#20
aksararasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Bad Papa
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • 𝗗𝗜𝗔 𝗜𝗞𝗬
  • Five wishes! [SM Family]
  • Tuhan, Aku Sayang! (TAMAT)
  • Perihal Sandwich(End)
  • Cerita Tentang Kita
  • 7 anak indigo

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines