Hujan Kelopak Bunga ( Mob Psycho 100 )

Hujan Kelopak Bunga ( Mob Psycho 100 )

  • WpView
    Reads 358
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 11, 2025
"Mob, dunia orang dewasa begitu rumit. Kita berharap jika menyukai seseorang, maka tinggal dikatakan saja. Tapi menjadi dewasa itu bagaikan tanggung jawab yang memohon menumbalkan sesuatu berharga." -- Reigen. "Saat kelopak bunga berjatuhan menyerupai hujan, di hari itu pikiranku seperti ditaburi pertanyaan. Lalu Shishou memungut kelopak bunga di atas kepalaku, dan pertanyaanku pun hilang. Pada waktu itu aku tahu, Shishou tidak bisa menjadi masterku lagi." --Mob. ReiMob. No affair between minor age. BL and Het.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Hearts Collide
  • Credence/kepercayaan (Baekmin)
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Enough
  • Here & After
  • Sugar Daddy18+ END [✓]

Sebagai salah satu staf paling teliti dan andal di Luminous Jewelry, anak perusahaan terkemuka dari The Gold Diamond Group. Kanina selalu menjalankan tugasnya tanpa cela. Kariernya stabil, hidupnya tenang, dan yang terpenting: dia jauh dari segala bentuk drama romansa kantor yang memusingkan. At least, that's what she thought. Semua berubah ketika ia melenggang memasuki ruangan tertinggi di kantor, ruangan milik Arzeno Kaivandra Yudistira. Sang Presiden Direktur. CEO muda penuh kharisma, tampan, dan... notoriously single. Sosok yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap sudut kantor, dan diam-diam, sumber kekacauan emosional bagi banyak wanita di Luminous. Tapi hari itu, Zeno-begitu semua orang memanggilnya-tidak memanggil Kanina untuk urusan pekerjaan. Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sukses menghentikan denyut waktu. "Besok malam saya akan datang ke rumah kamu... untuk melamar." It was not a question. It was a declaration. Dan seketika, hidup Kanina yang tenang berubah menjadi medan tabrakan dua hati, penuh rahasia masa lalu, konflik internal, dan perasaan-perasaan yang terlalu sulit untuk diabaikan. Sebab cinta kadang datang... bukan dengan pertanyaan. Tapi dengan keputusan.*

More details
WpActionLinkContent Guidelines