PLUVIA
  • WpView
    Reads 1,833
  • WpVote
    Votes 748
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 6, 2023
Dalam hidup menolong sesama adalah perkara yang baik dan patut untuk disyukuri. Tapi, lain dengan seorang gadis yang akrab di sapa Rea. Ia menyesal telah menolong seorang gelandangan yang ternyata adalah seorang tuan muda. Hidupnya yang memang sudah pluvia ( hujan ) kini memaksanya untuk mencari tempat berteduh yang lebih aman. Meskipun hidup dalam guyuran pluvia ( hujan ) tapi Rea tidak membiarkan tubuhnya kebasahan. Bagaimana caranya berlindung dari pluvia? Dan apakah ia mampu untuk tetap bertahan bersama tawanya? sedang pluvia itu berubah dengan perlahan menjadi badai yang sangat mematikan. "Bidadari menyebalkan," gumam Alev sembari tersenyum lebar. "Setidaknya gue bayarin taksi lo, bidadari mesum." "Apaan sih, bidadari mesum?" sewot Rea. *** "Abang setres, beasiswa yang melindas, difitnah sampai di tindas, tenaga terkuras. Kurang bahagia apa gue? Masih untung kagak bunuh diri juga." "Re, lo jangan nyerah. Lo nggak hidup sendiri di sini. Masih ada gue." "Rere emang nggak hidup sendiri. Tapi waktu, dan takdir yang memaksa Rere untuk berjuang sendiri. Abang ada, tapi percuma nambah beban. Kalau cuman buat nyembunyiin rahasia." Projects with Luna Literacy 01, Desember 2022 ( 1 )
All Rights Reserved
#649
rahasia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • No Longer Mate
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • SEGITIGA SEMBARANG [SELESAI]
  • U'RE MINE [END]
  • Gone(✔)🔚
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • ALEYA~~
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • ON SIGHT (Completed)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines