PLUVIA
  • WpView
    LECTURAS 1,834
  • WpVote
    Votos 748
  • WpPart
    Partes 50
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 6, 2023
Dalam hidup menolong sesama adalah perkara yang baik dan patut untuk disyukuri. Tapi, lain dengan seorang gadis yang akrab di sapa Rea. Ia menyesal telah menolong seorang gelandangan yang ternyata adalah seorang tuan muda. Hidupnya yang memang sudah pluvia ( hujan ) kini memaksanya untuk mencari tempat berteduh yang lebih aman. Meskipun hidup dalam guyuran pluvia ( hujan ) tapi Rea tidak membiarkan tubuhnya kebasahan. Bagaimana caranya berlindung dari pluvia? Dan apakah ia mampu untuk tetap bertahan bersama tawanya? sedang pluvia itu berubah dengan perlahan menjadi badai yang sangat mematikan. "Bidadari menyebalkan," gumam Alev sembari tersenyum lebar. "Setidaknya gue bayarin taksi lo, bidadari mesum." "Apaan sih, bidadari mesum?" sewot Rea. *** "Abang setres, beasiswa yang melindas, difitnah sampai di tindas, tenaga terkuras. Kurang bahagia apa gue? Masih untung kagak bunuh diri juga." "Re, lo jangan nyerah. Lo nggak hidup sendiri di sini. Masih ada gue." "Rere emang nggak hidup sendiri. Tapi waktu, dan takdir yang memaksa Rere untuk berjuang sendiri. Abang ada, tapi percuma nambah beban. Kalau cuman buat nyembunyiin rahasia." Projects with Luna Literacy 01, Desember 2022 ( 1 )
Todos los derechos reservados
#71
tuanmuda
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Semu [Completed]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Gone(✔)🔚
  • BarraKilla
  • [✓] - Dari Semesta [COMPLETED]
  • No Longer Mate
  • U'RE MINE [END]
  • KIARA [End]
  • ALONE
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓

"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya. Malaikat Izrail.. Takjub atau takut? Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya. "Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms? ________ Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal. kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki. dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu. Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh? walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan? percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya. Amazing cover by : @rcover_ed ******* cerita pertama, semoga suka😊*******

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido