غلاف قصة Between بقلم Tetsuoga
Between
  • WpView
    مقروء 38,821
  • WpVote
    صوت 3,064
  • WpPart
    أجزاء 19
  • WpView
    مقروء 38,821
  • WpVote
    صوت 3,064
  • WpPart
    أجزاء 19
مكتمِلة، تم نشرها في ديسـ ٠١, ٢٠٢٢
Menceritakan seorang dokter muda spesialis yang berbakat bernama Azizi dimana dirinya harus berhadapan dengan sifat mamanya yang suka mengatur terutama perjodohan. Azizi memang sedang tidak ingin fokus dengan hubungan asmara dan tidak menyukai perjodohan ini namun seiring berjalannya waktu muncul seorang dokter muda dimana menjadi dokter pendamping dirinya. Waktu terus berlalu hingga akhirnya muncul rasa cinta di antara mereka berdua.

Fiksi ya guys~

Selamat menikmati dan maaf atas kekurangannya.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف Between إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#47azizijkt48
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Dalam Diam | Hiatus بقلم zexibo
20 أجزاء مكتمِلة
Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.