SEKOLAH PILIHAN

SEKOLAH PILIHAN

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2022
Laina memandang surat panggilan kerja di ponselnya. Bu guru itu tidak mengira bahwa surat lamaran yang dia ajukan sebulan lalu, akan diterima. Laina bingung menentukan pilihan. Apakah tetap di sekolah lama tempat dia mengabdi 26 tahun lamanya? Atau mencari pengalaman di sekolah yang baru?
All Rights Reserved
#11
nulisbarengbookoffice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bucin Part 1 (Sudah Open Pre-Order)
  • Dear Jodoh [Terbit!]
  • Surat untuk Aluna - Antologi Cerpen Cinta Remaja
  • Fall Into Your Charm
  •  Lost in Your Eyes
  • Love Zano (Lanjutan dari Single Father) ✔
  • Surat di Kolong Meja
  • ALYA & RENO [END]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!

"Kamu lagi, kamu lagi! Kapan kamu berhenti bikin masalah, Andika!" Lagi-lagi Andika terciduk pihak sekolahan karena ikut tawuran dengan SMA sebelah. Andika selalu saja membuat ulah di sekolahannya hingga semua guru lelah menasihatinya. Hal yang sering Andika lakukan adalah, selalu datang terlambat. Bisa dihitung satu tahun sekolah, hanya beberapa hari ia berangkat tepat waktu ke sekolahannya. Itu pun kalau dia berangkat dengan orang tuanya saat orang tuanya dipanggil ke sekolahan untuk menerima surat peringatan. "Aku mau berhenti, kalau ibu menerima cintaku." Andika dengan lugas mengatakan hal tersebut di depan guru BK nya yang ia taksir. "Anak masih bau kencur saja sudah ngomongin cinta, sekolah saja masih sering terlambat!" ucap Cintya dengan gemas. Cintya, guru BK yang baru untuk menggantikan guru yang dipindah tugaskan ke SMA lain. Tidak disangka Andika malah naksir dengan guru barunya itu karena kegalakannya yang unik menurut Andika. "Lihat saja, akan aku buat ibu bucin sama aku. Sama seperti nama ibu, Bucin. Bu Cintya," ucap Andika. Cintya semakin geram dengan tingkah muridnya yang lain daripada yang lain. Selalu saja membuat dirinya naik darah saat berhadapan dengannya. Namun, itu adalah hal yang Andika suka saat melihat Cintya jengkel di hadapannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines