Mandala |Sudah Terbit|

Mandala |Sudah Terbit|

  • WpView
    LECTURAS 239
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 20, 2022
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Berkat usahanya menjadi florist, Veony berhasil dekat dengan penyiar radio sekolahnya. Di penghujung hari ketika mandala mengerat terasa mencekik sarira, Veony menerima tawaran menjadi narasumber disiaran radio sekolahnya. Laki-laki yang selalu mengagumkan ketika bertutur kata dalam siarannya. "Tidak perlu ragu untuk melepaskan bookmark untuk mencapai ending." Kalimat itu yang pertama kali menyentuh Veony hingga membuat aliran napasnya tersendat. Sebab itu Veony memutuskan menjamah dunia dengan setangkai keinginannya. Merangkai dan mengikat bunga-bunga angan menjadi sedemikian rupa hingga menghantarkan bukti bahwa kehidupan harimau pemangsa yang dianggap selalu perkasa dan berkuasa di hutan juga dapat tertipu oleh kambing pemakan tumbuhan. Tetapi, laki-laki itu juga yang berhasil menjebak Veony dalam lobang kebingungan.
Todos los derechos reservados
#833
heeseung
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DENNIES
  • "THE KING"_(ongoing)
  • Dek Zhuyan (Brothership)
  • CINTA DALAM BAYANG-BAYANG TAHTA
  • [1] Peramal Cilik Siaran Langsung Menggalang Dupa, Mukjizat Dewa pun Terbuka!
  • ASA [COMPLETED]
  • Transmigration Of Story Writers (Hiatus)
DENNIES

[⚠️FOLLOW dulu sebelum membaca] Author: yakin mau baca? Udah siapin tissu?😌 ~~ 'Tentang dia, yang diamnya menyimpan banyak luka'. Kata ibu, sebagai seorang lelaki, Dennies harus bisa hidup mandiri, hidup keras merupakan hal lumrah yang dialami setiap orang. Hingga pada saat hal itu benar-benar terjadi, saat kerasnya hidup itu datang berhadapan langsung dengan Dennies, setidaknya Dennies tahu, bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang terpukul atas itu. Semuanya telah Dennies lalui seorang diri, mengarungi kerasnya arus hidup yang kadang memberinya badai, membuatnya jatuh, dan bukan hanya sekali ia terbentur akan kenyataan pahit yang harus ia terima. Tapi, Dennies kuat. Ini tentang Dennies, pemuda yang menjadi realisasi nyata dari pepatah, don't see a book by the cover. Pemuda yang menyimpan sejuta luka yang ia balut dalam diamnya, pemuda yang menyembunyikan kecewa yang tak terhitung jumlahnya, dan pemuda yang selalu berdiri kokoh bahkan disaat badai itu kembali menerjangnya. "Jadilah seperti pohon, yang tetap berdiri kokoh, meski angin berkali-kali menerjangnya." Namun sekokoh-kokohnya pohon, bukankah ia bisa tumbang juga saat angin yang terlalu besar menerjangnya? Dan Dennies, mampukan ia untuk tetap kokoh saat ujian itu lagi dan lagi datang menerjangnya dengan tanpa ampun?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido