Bunga
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 4, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
BUNGA seorang perempuan yang harus memilih kedua laki laki yang sangat tampan. Membuat dirinya bingung ARGA kekasih bunga si ketua basket dan panglima Alaska (geng motor) yang sangat cool hanya bunga yang bisa mencairkannya RAKA mantan kekasih bunga si ketua futsal yang hanya beberapa hari berpacaran namun susuah untuk di lupakan "Cinta pertama seseorang perempuan yang terdapat pada laki-laki adalah dari ayahnya dan cinta itu telah meninggalkan ku untuk selama lamanya" Bunga
All Rights Reserved
#653
arga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • eternal flower
  • ALGARA [TERBIT]
  • Thunder Love Ride
  • DEAR FATHAN
  • ALRA (End)
  • Tatapan Elang & Hati Angsa
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • BENCI JADI CINTA

Azelia adalah seorang gadis yang begitu mencintai alam. Alam adalah tempat ia merasa hidup, tenang, dan bebas. Dari gemericik air sungai, desir angin hutan, hingga wangi bunga liar yang bermekaran-semuanya menjadi bagian dari jiwanya. Namun, di antara semua keindahan itu, hanya satu bunga yang selalu mengisi mimpinya: *Bunga Keabadian*. Bunga legendaris yang dipercaya hanya tumbuh di puncak Gunung Aeloria, tempat yang sunyi dan suci, jauh dari jangkauan manusia biasa. Konon, bunga itu tidak boleh dipetik. Sebab siapa pun yang mencoba membawa bunga keabadian dari tempat tumbuhnya, cinta yang ingin ia persembahkan justru akan layu dan hilang arah. Namun jika seseorang membawa orang yang dicintainya ke tempat di mana bunga itu tumbuh, maka cinta mereka akan bersemi abadi-seperti bunga itu sendiri, yang tak pernah gugur meski waktu berlalu. Azelia memimpikan seseorang yang kelak akan membawanya ke sana. Bukan untuk memberikan bunga itu kepadanya, tapi untuk *berjalan bersamanya*, berdiri di hadapan keajaiban alam, dan memaknai cinta dalam keheningan yang tak butuh kata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines