2 AMs
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing8m
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
Setelah dua tahun kembali menjadi tetangga sekaligus saudara namun juga teman dekat, Gama akhirnya dapat memperjelas hubungannya dengan Khansa. Gama dan Khansa mengarungi masa SMA mereka sebagai remaja yang problematis. Menuju masa pendewasaan, berisik serta pelik yang banyak mengusik kepala dan benak, mereka bagi berdua tiap malam-malam sepi yang teduh. Namun, setelah Khansa pada akhirnya harus menetap di luar kota untuk melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa, tak ada lagi pukul dua pagi dan obrolan hangat yang menyenangkan. Khansa bilang, ia takut berkomitmen dan sakit hati, tapi nyatanya, Khansa lah yang menyakiti. "Nggak pa-pa, Ca. Perasaan emang kayak gitu, 'kan? Kayak roller coaster. Kadang ada saatnya kita, tuh, di atas banget, kayak pas kita lagi sayang-sayangnya. Atau pas rasanya lagi di bawah banget, atau mungkin pas lagi di tengah-tengah." "Dan bakal ada saat di mana roller coaster-nya berhenti jalan, 'kan, Gam?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Ayura
  • DEAR ALYNA [SUDAH TERBIT]
  • Naabermaja mängur: mäng läbi
  • Eye Want U
  • Coffe Latte
  • Jadian  Yuuk
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • Melting Pole

"Kalo aku gagal jadi yang utama di hati kamu, paling engga kamu tau... aku pernah ada." Dia, Raffi Naradipta. Cowok dingin yang namanya sudah terkenal di seluruh sekolah. Sikapnya yang setenang dan sedingin kutub utara, ditambah wajahnya yang terlalu tampan untuk diabaikan, membuat banyak siswi dari kelas sepuluh hingga kelas dua belas diam-diam mengaguminya. Termasuk Ayura Raquelle Rahardja. Namun, hanya Ayura yang berani melangkah sejauh itu hingga akhirnya bisa berdiri di samping Raffi sebagai kekasihnya. Tidak ada yang tahu bagaimana cara Ayura memenangkan hati Raffi. Banyak yang mungkin menganggap Ayura nekat, bahkan gila, jika tahu kisah di balik perjuangannya. "Raf, Tuhan itu baik. Dia pasti nggak mau aku terus terjebak dalam rasa sakit ini. Aku udah coba nerima kenyataan, tapi aku udah bener bener capek. Aku butuh Mama... butuh tempat pulang yang bisa bikin aku tenang. Dan satu-satunya cara yang aku tau sekarang... ya pergi. Tolong jaga diribaik-baik, Raf. Setelah ini mungkin aku nggak akan ganggu kehidupan kamu lagi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines