Story cover for  2 AMs by susubeberuang
2 AMs
  • WpView
    LETTURE 25
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
  • WpHistory
    Tempo 8m
  • WpView
    LETTURE 25
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
  • WpHistory
    Tempo 8m
In corso, pubblicata il dic 03, 2022
Setelah dua tahun kembali menjadi tetangga sekaligus saudara namun juga teman dekat, Gama akhirnya dapat memperjelas hubungannya dengan Khansa.

Gama dan Khansa mengarungi masa SMA mereka sebagai remaja yang problematis. Menuju masa pendewasaan, berisik serta pelik yang banyak mengusik kepala dan benak, mereka bagi berdua tiap malam-malam sepi yang teduh.

Namun, setelah Khansa pada akhirnya harus menetap di luar kota untuk melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa, tak ada lagi pukul dua pagi dan obrolan hangat yang menyenangkan.

Khansa bilang, ia takut berkomitmen dan sakit hati, tapi nyatanya, Khansa lah yang menyakiti.

"Nggak pa-pa, Ca. Perasaan emang kayak gitu, 'kan? Kayak roller coaster. Kadang ada saatnya kita, tuh, di atas banget, kayak pas kita lagi sayang-sayangnya. Atau pas rasanya lagi di bawah banget, atau mungkin pas lagi di tengah-tengah."

"Dan bakal ada saat di mana roller coaster-nya berhenti jalan, 'kan, Gam?"
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere 2 AMs alla tua libreria e ricevere aggiornamenti
oppure
#283fiksiremaja
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
DEAR ALYNA [SUDAH TERBIT] di put_rienz
19 parti Completa
Well come back to dear alyna, yups yang versi kemaren udah 600pembaca ke delete:(sedihh rasanya :( tapi sekarang udah aku rivisi ulang, semoga gaada yang typo lagi ya :) -HAPPY READING- "eh ya aku mau ngomong nih , kamu tau kan?aku sama kamu beda kelas ?"gue ngangguk sedikit "nah!karena itu , aku gak tau bakal bisa atau engga kalau sampe beda kelas sama kamu, lagian aku ngak biasa kalau ngak sekelas sama kamu..." "jadi?apa intinya aja si ribet banget deh.." "hummm , gimana ya kita jalanin hubungan kita kan udah hampir 4tahun ya aku si ngak mau pisah sama kamu, tapi ya makanya tadi coba aja dulu jalanin semoga bisa deh  dikelas tanpa kamu hehehe " kata arsen , sebenernya perasaan gue agak risih dan merasa sedikit dadas hati gue 'kalau emang lo bosen sama gue , ngomong!jangan ngasih kode buat putus!basi lo' batin gue . "ohh gitu , yaudh si enjoy aja lagian kita pacaran dari jaman kelas 7sampe sekarang kaya temenan aja kan?enjoy ngak alay kaya yang lain ..." ucap gue sambil nahan air mata gue yang udah nyampe di ujung "yaudh maaf ya sayang , kalau tadi kata-kata aku bikin kamu ngak enak , tapi kan lebih baik jujur " ' iya !lebih baik jujur kalau lo bosen sama gue !'sambung batin gue "iya udah aku duluan ya bye" kata gue sambil langsung balik ke kelas gue Apa salah gue ? kenapa lo ngomong gitu tadi ? cuman masalah kelas lo ribetin?apa karena lo udah nemu cewe yang lebih dari gue? atau apa ? itu yang pertanyaan yang ada dikepala gue, entah gue harus gimana tapi gue merasa ada yang aneh aja sama Arsen . ' kalau lo bosen ngomong , biar gue langsung pergi dari kekehidupan lo '
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
Coffe Latte cover
The Desolate Era cover
Naabermaja mängur: mäng läbi cover
Jadian  Yuuk cover
Melting Pole cover
DEAR ALYNA [SUDAH TERBIT] cover
Untuk Ayura cover
ATHTAR cover
Eye Want U cover

Coffe Latte

8 parti Completa Per adulti

"Kakaknya mau coba coffe latte nggak, biar nggak ngantuk" wajahnya sekarang berjarak kurang dari 30 centi dariku. "Mana?" Tanpa permisi dia menarik leherku dan menciumku, menyuruhku merasakan coffe latte yang barusan diminum olehnya. Sialan. Kudorong dirinya dan berusaha menjauh darinya. "Ish....kamu ya..." antara shock, kaget atau marah. Dia pria pertama yang merebut ciumanku yang kujaga selama ini demi calon suamiku nanti. Dan dia merebutnya tanpa permisi. "Aku suka sama kakak. Makanya aku berani cium kakak" ujarnya tanpa dosa. Untung perpustakaan tidak ada pengunjung dan di luar gedung pun tidak ada orang lewat. "Mencium seseorang itu harus minta ijin dulu. Lagian kamu itu masih kecil, umur kita beda jauh dan lagi kamu masih sekolah dan..." "Aku nggak peduli apa yang dipikirkan orang lain. Kita menyukai siapa kan hak kita. Kalau aku suka ya aku bilang suka kalau enggak ya aku bilang enggak. Emang kakak nggak suka sama aku?" ucapnya memotong kata-kataku yang ingin menjelaskan kalau apa yang dirasakannya ini salah dan tak mungkin hubungan seperti ini berhasil.