Warna yang Hilang

Warna yang Hilang

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 3, 2022
"Gelap, hitam dan suram, hanya itu yang bisa aku lihat." Kekurangan yang membuat seorang gadis kecil merasa terpuruk dan selalu merasa tidak berguna. "Anak ngeselin." Sebutannya pada teman kecilnya yang selalu ada bersamanya, yang selalu menjaganya, lika-liku pertemanan selalu mereka hadapi tanpa merobek hati mereka satu sama lain. "Hai, perkenalkan namaku..." Awal mula perkenalan yang cukup asing, kedatangan yang ingin cepat laju menembus ikatan persahabatan yang begitu erat, dengan akhir yang tak terduga. "Caffe Memories." Awal dan Akhir semua ini dimulai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • Rafasya ✔
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Wounded Angel✅
  • Sunyi yang Menyatukan
  • ARAH KEMBALI

Di bawah langit senja dan cahaya temaram lampu teras, dua remaja pemalu belajar menemukan suara mereka-satu kata pelan, satu senyum diam, satu keberanian kecil yang tumbuh menjadi pengakuan. Alarik tak pernah menyangka bahwa keheningan Elina adalah hal paling nyaring yang pernah mengusik hatinya. Elina pun tak tahu bahwa seseorang bisa hadir begitu dekat, bahkan saat tak satu kata pun terucap. Saat kata "boleh" menjadi jawaban dari banyak hal yang tak sempat ditanyakan, keduanya tahu: ini bukan sekadar kebetulan. Cerita tentang pertemuan yang pelan, hubungan yang tumbuh dalam diam, dan cinta pertama yang sederhana namun tak terlupa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines