Bumi dan Bulan

Bumi dan Bulan

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah sulit melupakanmu? Tentu. Sangat sulit. Semesta seperti tak mendukung aku memilikimu. Awan pun terlihat kelabu saat ku memikirkanmu. Seakan mengerti apa yang akan terjadi denganku. Aku dan dia bagaikan bumi dan bulan yang tak kan bertemu. Tetapi ada satu titik dimana aku merasa sangat bersyukur. Bahwa hatiku yang lama tak terisi oleh cinta terisi kembali. Meskipun sangat teriris. Aku sangat bersyukur. Haloo guys! Aku harap kalian enjoy sama ceritaku Btw ini cerita ambil dari kisah aku sendiri tapi ada beberapa yang ngga terlalu persis sama aslinya semoga kalian sukaa! Love u all 😉💗
All Rights Reserved
#724
bulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • The Shackles Of Past Story
  • Cinta Tapi Cinta?
  • GARIS TAKDIR
  • Missing { Who Are You}
  • Friend's Zone's
  • Ia Rahasiaku
  • Friendzone [END]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines