Waktu yang Curang

Waktu yang Curang

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 4, 2022
Episode episode yang menari-nari itu biarlah hanya berada di benakku saja. Cukuplah itu untuk menjadi penghiburan saat terjaga oleh rumitnya Malam. Angin atau hujan yang bergemuruh biar menjadi latar musiknya, lalu ketenangan yang lebih menyerupai 'Sunyi' ini, selalu menjadi scene-scene yang mustahil dilupakan. Berbaring dilantai mengangkat lengan tinggi-tinggi, memainkan jari-jarinya diatas wajah tersenyum yang entah sedih atau terluka. Percayakah kamu? Hal-hal seperti, merasakan dinginnya ubin keramik dan licinnya cat putih didinding beton menggunakan pori-pori kadang berhasil mengukir sesudut senyum. seperti itu, terus berulang-ulang sebanyak dentingan jarum jam yang dengan curangnya sengaja berjalan perlahan. Sesekali cobalah memejamkan mata, memaksanya setengah terbuka 'untuk menjaga keberadaan jiwa'. Memastikan itu tetap ada, agar kemudian suatu saat jika Raga Kehilangan dirinya, Jiwa bisa tanpa ragu mengatakan 'tenang, Saya masih Waras'. Raga juga yang kadang merengkuh ke langit-langit, berjalan-jalan diantara benang sarang laba-laba, disoroti lampu temaram, saat itu juga Raga harus percaya inilah yang dinamakan Luasnya semesta. Seperti itu hingga suara hujan perlahan berhenti, sampai lelah memaksa mata untuk tak terbuka. Sampai tiba saatnya perewangan mulai memukuli lesung-lesung. Suruhan-suruhan sang Putri mulai membakar tumpukan-tumpukan jerami di Timur. Tangan itu lalu mengambil sehelai kain untuk menutup matanya, 'ini jalan terakhir, kuharap akan berhasil dalam waktu kurang satu jam' aku harus segera tidur, desisnya. Satu detik Satu menit Satu jam Tak terhitung lagi waktu berjalan sampai pada akhirnya Imajinasi ini membawa Jiwa dan Raga menjelajah ke Alam Nyata yang Fana.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Peta Langit
  • The Space Between Us
  • Kepada Langit [Terbit]
  • Jodoh Kedua (END)
  • Senja di Bandung
  • The Last Birthday With You
  • »The Love Behind Secrets!

Tidak pernah bertemu. Semua terasa semu. Lalu terbawa rasa yang penuh. Kanagara Nakasa, seorang gadis yang dibuat jatuh suka pada Jogja hingga jarak yang terbentang pun seolah tidak ada artinya. Ada Jogja berarti ada Oedara, Oedara Jirega Buana. Nakasa menyukai semua hal yang menyertainya karena Oedara itu definisi telur dadar tanpa bawang yang selama ini Nakasa cari. "Udah boleh mutualan belum?" Kasaa menatap ruang obrolannya bersama Oedara. "Hah? Bukannya kita udah mutualan ig dari lama?" Selang beberapa menit Oedara merespon dengan balik bertanya. "Iya, mutualan ig nya emang udah dari lama, tapi mutualan perasaannya jangan ikut kelewat lama." Kasaa tersenyum tipis saat melihat dua centang biru tapi tidak ada tanda-tanda Oedara akan membalas pesannya. Ada banyak harap yang takut hirap. Semoga Nakasa lekas menemukan Peta Langit, peta yang membawanya kepada rasa sembuh, bukan sekedar tumbuh lalu dibuat patah. Namun ditengah perjalanan yang biasanya cuman berjalan lurus, kini dia dihadapkan dengan dua arah. Ya, sang tokoh utama di buku lama, Alam Saglero Davi pun ikut datang dan menyapa seolah lupa kalau sempat membuat semuanya terasa hampa. 💭💭💭 Selamat berkelana dan bersenang-senang bersama Nakasa, semoga selamat sampai tujuan, hati-hati jangan sampai patah hati. Terima kasih atas semua dukungan juga jejak yang ditinggalkan, itulah yang membantu Nakasa tahu harus berpijak kemana untuk kembali pulang. Salam hangat sebelum dibuat nyaman.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido