Si Tampan Kedua (TERBIT)

Si Tampan Kedua (TERBIT)

  • WpView
    Reads 7,915
  • WpVote
    Votes 1,026
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 25, 2024
Airin Savika itu namaku. Namun baru tahun ini aku rasa namaku buat aku sial atau mungkin beruntung yang membawa sial. Aku tuh nggak tahu harus memilih siapa. Impian atau jodoh. Di umurku yang udah 29 ini, aku harus menikah, tapi di saat bersamaan Rafael malah melamar dong. Dia tuh tidak mungkin mau kalau harus ikut aku ke Amerika. Dia punya ibu yang sudah renta, alergi dingin lagi. Jadi pilihannya cuma dua. Meneruskan impian atau memilih menjadi perawan tua.
All Rights Reserved
#80
karyawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Okay, We're Married on July
  • EFEMERAL: Sinar Bulan
  • MY EX BOSS
  • Start with A
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • Garis Samar [SELESAI]
  • Sweet RomanShit
  • Jungkir Balik
  • Foolish Games
  • Under 40 [END]

Aku tidak pernah merasa seputus asa ini sepanjang 29 tahun hidupku. Mungkin ini adalah alasan Tuhan menciptakan manusia bernama Mauren Tedjasukmana. You know, katanya apapun yang Tuhan ciptakan itu tidak ada yang sia-sia, semua punya tujuan. Bahkan masalah percintaanku tidak pernah membuatku se-hopeless ini. Tapi masalah pendidikan di negeri +62 yang menjadi concern hidupku belakangan ini, benar-benar menguras habis energiku. Apakah lebih baik aku menyerah saja? Atau apakah aku perlu percaya bahwa sekecil apapun perubahan yang kita buat, pasti selalu ada impact-nya. *** She asked me first, "Will you merry me?" And I replied, "Are you crazy?" Dia perempuan yang sejak kecil bercerita tentang mimpi-mimpi yang ingin ia wujudkan. Dia bercerita pada seseorang yang bahkan tidak berani bermimpi. Oh bukan tidak berani, tapi memang tidak punya ambisi dalam hidup. It's me. Let it flow. Tapi saat dia bilang ingin menjadi istriku, aku seperti terseret dalam dunia mimpi. Dengan dia, aku menemukan mimpi yang ingin aku gapai. *** Please be wise! Mengandung topik sensitif.

More details
WpActionLinkContent Guidelines