Crystallize

Crystallize

  • WpView
    Reads 1,188
  • WpVote
    Votes 219
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Selamat datang di Taman Kristal milik Lize. Jangan pedulikan posturnya yang kecil seukuran kutu! Apabila dia sudah menelan satu kristal Boraserium, maka dia akan seukuran dirimu. Baiklah, Pixie tak bersayap yang membutuhkan embusan angin (embusan angin, bukan embusan kentut) dan serbuk bintang ini akan menemani dan membuka setiap cerita yang terkunci di dalam kristal. Setiap bulan, Lize akan membuka kunci dan membiarkan kalian membacanya. PS: Stok serbuk bintang Lize terbatas, jadi pertimbangkan untuk memberikan satu bintang setelah membaca kisah yang ditawarkan. Apabila kalian suka, tinggalkan komentar sebagai asupan bagi si pemilik taman, E'Rheaze. Salam hangat, Lize dan E'Rheaze
All Rights Reserved
#32
bercerita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [√] Memorabilia
  • The Maid Is Incredible {END}
  • Bicara Sekali Lagi
  • 🌪𝓘 𝓐𝓜 𝓦𝓘𝓝𝓓🌪
  • Cerpen 3 Tema: A Long Journey | Book 3
  • one piece x reader(ooc)
  • love struggle (Jenlisa)✓
  • BoEl dan BoFu
  • "Kristal End Blue Light "(C)✔️✔️
  • Random Story

Kisah singkat ini berisi beberapa cerita pendek yang menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu pun masa kecil yang mungkin mulai terlupakan. Kamu bisa membacanya di malam yang dingin dengan ditemani secangkir susu hangat dan cookies sebagai pemanis dan hidangan penutup hari ini. *:..。o○𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓜𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪○o。..:* Aku melihatmu yang tengah duduk di bawah langit biru siang itu. Pakaianmu yang berantakan tetap tak mampu menutupi wajah indahmu yang terkena terpaan sinar matahari. Aku menghampirimu, lantas duduk di sebelahmu. Kamu menangis. "Apa yang harus kulakukan?" tanyamu, masih dengan isak tangis yang kian lama kian menyayat hati kecilku. "Bantu aku..." kamu menggenggam tanganku erat. Menatapku dengan lekat. "Aku telah melupakan semua kenangan indah itu. Aku tak lagi bisa mengingatnya." Suaramu tercekat saat mengatakannya. Derai air matamu membasahi tanganku. Aku turut membawamu ke dalam dekapku. Aroma rambutmu yang seperti bunga peonie menyeruak masuk ke penghiduku. Aroma yang kusukai. "Baiklah... aku akan membantumu." Tanganku menyusuri surai legam milikmu yang terasa selembut sutra. "Aku akan membantumu mengingat semua kenangan indah itu... Memorabilia." [Cerita ini hadir untuk memenuhi UNBK yang diselenggarakan WGA sebagai syarat kelulusan menjadi alumnus] 𝘔𝘺 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘳𝘪𝘵𝘦 𝘤𝘩𝘢𝘱𝘵𝘦𝘳 - 𝘌𝘷𝘢𝘯𝘦𝘴𝘤𝘦𝘯𝘵 - 𝘒𝘢𝘵𝘢𝘴𝘵𝘳𝘰𝘧𝘦 - 𝘉𝘭𝘢𝘤𝘬 𝘙𝘰𝘴𝘦

More details
WpActionLinkContent Guidelines