Tatapan Sejuta Perasaan

Tatapan Sejuta Perasaan

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 6, 2024
Marin membuka lebar matanya ketika ucapan ibunya kembali singgah dipikirannya. "Apa yang akan kau lakukan jika potnya terlalu penuh dan tidak dapat menampung air lagi?" Sepasang mata itu memancarkan harapan terhadap Marin. Sementara ia hanya melihat ke arah pot bunga didepannya. Apa yang akan ia lakukan jika potnya terlalu penuh dengan air?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sorry i'm late (COMPLETED)
  • At The Wrong Crossroads [bluesy]
  • ALONE || JENO LEE
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Truth Or Dare (END)
  • Penantian di Ujung Harapan
  • [EXO ff] Dady Saranghae
  • Forbidden Love
  • Before I Knew Light

Pradipta Mahesasura-remaja 18 tahun yang dikenal sebagai Si Tampan Milik Mama. Di sekolah, dia hanya seorang anak kelas 12 biasa. Tapi di jalanan malam, dia adalah seorang pencari kebebasan, seseorang yang tak takut menantang batas. Setiap malam, ia pergi berkendara bersama teman-temannya, sementara di rumah, sang mama selalu menunggunya dengan lampu kecil menyala. Mama tak pernah tidur dengan tenang sebelum mendengar suara mesinnya berhenti di depan rumah. Tapi malam itu berbeda. Cahaya menyilaukan datang terlalu cepat. Terlalu dekat. Dunianya jungkir balik, dan dalam hitungan detik, kebisingan berubah menjadi sunyi. Dingin merayap, tubuhnya terasa ringan, dan hanya satu hal yang ada di benaknya: pulang. Namun, Dipta tak terjatuh hanya karena ego dan keberaniannya sendiri. Ada sesuatu yang lebih dalam, seseorang yang tanpa sadar menyeretnya ke titik ini- Adam. Bukan musuh, bukan penjahat, hanya seorang teman yang tersesat di jalannya sendiri. Adam, dengan amarah dan luka yang ia pendam, memprovokasi, mendorong, hingga Dipta merasa tak punya pilihan selain melaju bersama dalam perlombaan yang tak seharusnya terjadi. Sebuah tantangan. Sebuah keputusan yang diambil dalam hitungan detik. Dan kini, pertanyaannya bukan lagi apakah mama akan membukakan pintu untuknya, tapi apakah Dipta pernah benar-benar punya kesempatan untuk pulang sejak awal? Ataukah sejak malam itu dimulai, semuanya sudah terlambat? novel Original by Flotya start: 28.02.25 finish: 11.07.25

More details
WpActionLinkContent Guidelines