We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Benua Buatan

Benua Buatan

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 2, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sekitar Lima Belas Triliun tahun yang lalu, bumi adalah sebuah kesatuan yang memiliki air didalam nya. di penuhi dengan rerumputan dan hewan hewan. sebelum itu tidak ada manusia yang hidup, sehingga bumi pun tak mengalami kerusakan yang parah. tetapi semua itu berlalu di saat manusia muncul dengan evolusi perubahan dari hewan hewan yang ada di bumi manusia hari ke hari melakukan kerusakan. sehingga menyebabkan bumi berpecah beberapa bagian akibat kerusakan yang di perbuat oleh mereka. pada saat itu manusia melakukan perperangan dimana mana sehingga mehyebabkan setiap pulau dan daratan berpecah semakin jauh. bahkan tak sedikit dari mereka yang memperebutkan wilayah dari apa yang mereka perbuat. keserakahan muncul semakin menjadi jadi dan berkembang tanpa henti. tetapi dibalik kehancuran itu, lahir seseorang anak manusia yang mencintai kedamaian sehingga dia pun bercita cita menciptakan tempat yang aman dan tenang serta damai. tetapi semua itu tak berjalan lancar, meski demikian dia tidak pernah putus asa dan terus semangat, sehingga dia menemukan seseorang dnngan kekuatan super di sebuah tempat yang sunyi dan tenang... selengkap nya baca ( benua buatan) -kozy iman
All Rights Reserved
#95
negara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Syal Merah
  • Planet itu bernama Bumi  | Part 1: Tentang Farbe
  • Revolusi sains di dunia sihir
  • Protectors of the Land
  • [Rombak] -Kemunculan Planet-planet Baru di Tatasurya
  • 12 Scientists (Indonesian Ver.)
  • 。⁠☆•H Y S T E R I A•☆��。 [COMPLETE] ✔️
  • Tentang Ursulanda | dan bagaimana kami memenangkannya [ TAMAT ] [Revisi]
  • Beloved Man Of The God's

Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.

More details
WpActionLinkContent Guidelines