Thea Astora tak pernah menyangka hidupnya akan berubah sejak kehadiran Andy Sandyakala, sosok ceria yang selalu mengganggu sekaligus menghibur. Andy seperti matahari kecil yang hadir di tengah kelamnya hari-hari Thea dengan usil, jenaka, tapi diam-diam menyimpan luka yang tak pernah ia tunjukkan.
Namun, bayangan masa lalu dan persahabatan yang retak mulai menguji mereka. Ridwan, sahabat lama Thea, menyimpan rasa yang ia tutupi dengan cara salah. Meski sudah memiliki pacar, Ridwan tak mampu menahan cemburu dan akhirnya menyeret Thea dalam pusaran konflik. Ia menjelekkan nama Thea di belakang, membuatnya dibenci teman sekerja, hingga pecahlah pertengkaran panas di taman belakang kampus.
Di balik tawa Andy yang riuh, tersimpan tekad membuat Thea percaya bahwa cinta sejati bukan sekadar kata manis, melainkan keberanian untuk tetap ada, bahkan di saat dunia menentang.
~~~~
Dia, Andy Sandyakala, nama yang seolah terpatri dari swastamita, ketika bagaskara mulai menundukkan kepemilikannya dan cakrawala menjelma kanvas keemasan. Hadirnya bagai sinar lembut yang tidak memaksa namun mampu menembus tembok batasku yang karsa nya telah beku mengoyak keheningan yang selama ini kujadikan tameng.
Rekahan senyumnya yang manis, jahil, menawan berpadu konyol yang sering kali membuatku mengelus dada sabar. Membacaku layaknya aksara pada naskah kuno yang telah lama ditinggal waktu seolah setiap helaan napasku pun ia pahami maknanya.
Dan entah bagaimana, dalam ketidakteraturannya, aku mulai merasa tenang. Dalam setiap kekonyolannya, aku menemukan ketulusan yang tak bisa dicari di tempat lain. Ia tak memintaku untuk berubah, tak juga menuntut balasan dari kasihnya. Ia hanya ingin tetap ada di sisiku, mengalir bersama waktu, seperti ombak yang setia kembali ke pantai.
Mungkin, Andy adalah karma baik yang dikirim semesta untuk menyadarkanku. Bahwa aku tak perlu menjadi sempurna untuk layak dicintai.
Start writing: 6 Desember 2022
⚠️ Cerita murni karangan author sendiri
⚠️ Plagiat pergi jauh-jauh !!!
⚠️ Start 25 Juni 2022
.
.
.
.
.
Tarendra, yang memiliki arti pangeran bintang-bintang. Sangat menggambarkan sang pemilik nama. Ternyata dia adalah sosok yang begitu dicintai oleh semesta. Saking cintanya semesta padanya, semesta bahkan tidak mengizinkan siapapun memilikinya. Semesta ternyata ingin menjadikan dia sebagai pangeran pemilik bintang di seluruh dunia ini.
Tuhan begitu menyayanginya, tapi Tuhan menunjukkan rasa sayangnya dengan cara yang berbeda. Di luar dia terlihat sangat bahagia seperti tidak merasakan sakit sama sekali, tapi sebenarnya dia hanyalah sosok rapuh yang hanya membutuhkan dukungan dari orang terkasih.
Pangeran, kini kamu sudah bisa terbang dengan bebas bersama bintang-bintangmu. Tidak ada rasa sakit lagi yang engkau rasakan. Karena semesta, menginginkan engkau bahagia. Semesta tidak ingin kehilangan senyum indahmu lagi.
.
.
.
Berbahagialah pangeran, biarkan saja aku disini menikmati setiap momen yang pernah kita lalui.