Century Girl

Century Girl

  • WpView
    MGA BUMASA 37
  • WpVote
    Mga Boto 11
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Dec 6, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tangisanku semakin meluap, aku tidak bisa menahannya lagi. Namun, Hans malah tertawa. "Kenapa ketawa?" "Apa yang harus disesali? Bilang saja kamu suka sama aku." "Aku gak bisa bilang itu di sini! Aku malu. Kita di tempat umum." "Aku merasa senang. Setiap menghabiskan waktu bersamamu. Aku menyukaimu, Namira!" "Aku juga." "Apa? Aku gak kedengeran." "Aku juga suka kamu!" teriakku. Hans berjalan ke arahku dan langsung memeluk tubuhku. Tangisanku semakin pecah, tubuhku melemas saat Hans memelukku. Ku balas pelukannya. "Namira, keretaku sudah datang. Maaf nggak bisa pelukmu lebih lama. Tolong jaga diri baik-baik dan tunggu aku kembali. Sampai bertemu lagi, Namira." Pamit Hans dan ia langsung pergi memasuki kereta tujuannya. Itulah bagaimana kami berpisah.
All Rights Reserved
#3
century
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cansu
  • RHEA [Completed]
  • Kenzie
  • ARTAN
  • ALEXON [END]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
Cansu

Judulnya ganti guys. My Tomboy Girl jadi Cansu. ***** "Gimana bisa mama jodohin adik Enzi dengan musuh Enzi?!" pekik pria itu keras saat mengetahui perjodohan adiknya dengan musuh bebuyutannya. "Apa? Musuh?" tanya Cansu bingung. Enzi mengangguk pelan, selama ini Cansu tak mengetahui apapun tentang musuh kakak laki-lakinya itu. Dirinya hanya mengetahui bahwa Enzi memiliki musuh. Itu saja. Namun nyatanya pria yang dijodohkan dengan dirinya adalah musuh Sang kakak. "Maka dari itu kita jodohkan Cansu dengan Arjuna agar kalian berdua berdamai," ucap Janu, papa Arjuna. "Minyak dan air tidak akan pernah bersatu om," balas Enzi lalu menggandeng Cansu dan membawa adik perempuannya pergi dari restoran itu. Yasha dan Nisha menatap kepergian Enzi dan Cansu nanar. Nisha yakin kalau anak laki-lakinya akan menentang keras perjodohan itu. "Perjodohan itu pasti akan terjadi," ucap Angga yakin. Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Janu, sedetik kemudian ia mengangguk pelan. 'Dan pada akhirnya Enzi bakalan tunduk sama gue, gue yakin dia gak bakalan tega kalau adik perempuannya itu gue sakitin,' batin Arjuna sambil tersenyum miring. ***** Hayoo penasaran gak nih? Cus baca, jangan lupa follow dulu!

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman