Annuebella

Annuebella

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 9, 2022
Sebujur tubuh perempuan terkulai di pojok kamar. Suara lirih merintih memeras air matanya dan darah mengalir dari luka yang terbuka di pelipis kirinya. Di samping tubuh itu berserakan pecahan botol minuman keras. Tepat di ambang pintu kamar itu tampak sesosok bayangan lelaki dengan tubuh tinggi besar, mata yang merah menyala dan tangan yang menggenggam erat separuh botol yang meruncing. Tak lama kemudian bayangan itu menghilang diiringi dengan suara bantingan pintu yang berdentum keras menyisakan kegelapan di kamar gadis itu. Hari demi hari tubuh perempuan itu semakin memar. Luka yang tertutup darah yang mengering kerap terbuka lagi dan lagi seiring dengan siksaan yang mendera jasadnya yang rapuh. Pada setiap gelap di kamar sumpek itu selalu ada seberkas suara yang berbisik dengan nada yang mengerikan. "Bunuh saja dia, bunuh, bunuh, bunuh." Di luar kamar yang pengap, sumpek dan gelap hingar bingar kota menyala di malam hari, menawarkan segala kenikmatan duniawi. Di sebuah bar, minuman keras dan berbagai prementasi anggur seakan tak pernah habis. Seorang pria ambruk di salah satu meja bar setelah menghabiskan tiga botol vodka, matanya teler, urat kepalanya tegang, dan mulutnya menggumamkan sesuatu. "Bunuh saja aku, bunuh, bunuh, bunuh." Fajar pun kian menyingsing minggu itu, lampu-lampu gedung dan jalanan kota mulai padam. Di atas pembatas jembatan yang membentang di atas sungai deras, berdiri seorang lelaki dengan tubuh tinggi besar yang mengenakan kemeja putih lusuh seperti sedang memantapkan hatinya untuk meloncat, namun sebelum tubuh itu terhempas dari pembatas jembatan seorang perempuan berparas cantik berlari mendekat sambil berteriak. "Jangan menjatuhkan lelaki itu, aku sangat mencintainya, kumohon!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Archeron
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Menentukan Takdir Antagonis
  • SIT DOWN!! [S1] (JASON WILIAM WINATA) Completed ✓
  • I'm the Antagonist's
  • Menjaga Monster
  • ˖ ֹ੭୧ 𝐓𝐡𝐞 𝐑𝐞𝐝 𝐅𝐥𝐨𝐰𝐞𝐫 𝐏𝐚𝐭𝐡⊹ ࣪ ⑅ || 𝐌𝐓𝐏 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 ||

Mengisahkan seorang gadis berkacamata yang hidup dalam tekanan dan siksaan. Hari-harinya ia lewati dengan penuh bulian. Tak ada yang menolong! Tak ada yang peduli! Penyiksaan itu bagaikan sebuah pertunjukan yang seru. Perubahan sedikit demi sedikit mulai terlihat. Hal-hal baru dan aneh mulai ia rasakan. Pujian dan siksaan kembali ia rasakan dalam waktu bersamaan. Apakah ia ditakdirkan untuk terus menderita? Malam itu puncaknya dimana semua perubahan aneh itu terbentuk seutuhnya. Malam yang tak pernah disangka-sangka akan menjadi malam yang paling bersejarah. Gadis itu muncul dengan penampilan yang sangat berbeda. Berhasil memikat semua mata hanya tertuju padanya. Siapa sangka jika penampilan memukaunya ternyata memancing keributan. Darah terus menetes dari seluruh tubuh. Aroma darah itu berhasil membangunkan satu makhluk yang selama ini tersembunyi. Mata coklat indah itu kini berganti dengan sepasang mata merah darah yang menatap tajam. Sepasang gigi taring terlihat mengembul dari atas kedua sisi giginya. Aura kematian mulai mengelilingi tempat itu. Gadis lemah itu kini seutuhnya berubah menjadi Vampire! Misi demi misi harus kembali ia selesaikan. Kunci kejayaan kaum Vampire ada ditangannya. Ia yang semula mengira dirinya hanya ditakdirkan untuk menjadi seorang gadis cupu yang lemah tapi ternyata garis takdir kehidupan nya yang sebenarnya adalah menjadi~~ Queen Vampire Immortal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines