Story cover for ARALYON by Ichispos
ARALYON
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 06, 2022
Hanya seorang pemuda yang penuh dengan hasrat balas dendam, yang penuh dengan hasrat kebencian.

Dan semua itu ditutup dengan kemisteriusannya. 

Hati yang lubang, pandangan kosong yang jauh didalamnya terdapat kegelapan dan rasa takut akan kehilangan.

Dan itu semua ditutup oleh sifatnya yang sangat kuat dan menjadi pemimpin yang hebat.

Heinrich lyon.

Note!
- Bukan book BL
(tergantung otak kalian :v)
- Terkadang slow up
- Typo dapat terjadi kapan saja
- angst (maybe)
- terdapat adegan kekerasan

By: Arnhrf
All Rights Reserved
Sign up to add ARALYON to your library and receive updates
or
#870osis
Content Guidelines
You may also like
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
93 parts Complete
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
Summer Triangle  (Revisi) by Eiralune_
48 parts Complete
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!" Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi. "Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!" Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa. Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira. Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya. "Gue takut mati di tangan lo, Are!" ✯✯✯ "𝙷𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚜𝚞𝚖𝚖𝚎𝚛 𝚝𝚛𝚒𝚊𝚗𝚐𝚕𝚎. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗, 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙳𝚎𝚗𝚎𝚋, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚓𝚎𝚖𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙰𝚕𝚝𝚊𝚒𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚅𝚎𝚐𝚊." -𝑪𝒉𝒂𝒒𝒊𝒓𝒂 𝑺𝒉𝒂𝒊𝒎𝒂 𝑳𝒐𝒗𝒊𝒆 ✯✯✯ ᴋᴀʟᴀᴜ ʙᴇʀʙᴀᴋᴀᴛ, ᴛɪᴅᴀᴋ ᴍᴜɴɢᴋɪɴ ᴘʟᴀɢɪᴀᴛ! #1 friends #1 Time travel #1 teen #1 frendszone #1 sahabat #1 sadstory #1 friendship #1 broken #1 brokenheart #1 rahasia
TroubleKiller Season 2 by HenzyRosemary
11 parts Ongoing
Setelah pertarungan panjang melawan geng TroubleMaker dan Killer Nerd berakhir, dan setelah fraksi pemberontak Black Raven serta ancaman BlueRascals berhasil disingkirkan, sekolah akhirnya kembali damai. Tidak ada lagi perkelahian brutal di lorong-lorong, tidak ada lagi perundungan yang menindas mereka yang lemah. TroubleKiller berhasil membawa kedamaian... setidaknya, di mata semua orang. Namun di balik semua itu, tersisa satu jiwa yang terbakar oleh dendam. Henzy-anggota Geng Nerd Class-masih dihantui oleh kematian sahabatnya, Erlangga. Ia menyaksikan langsung bagaimana nyawa Erlangga direnggut oleh seseorang yang mengenakan aksesoris berwarna biru-warna khas TroubleKiller. Dalam trauma dan kebingungannya, Henzy menarik diri dari dunia. Ia berhenti sekolah, mengurung diri di rumah, dan menjalani homeschooling selama satu bulan penuh. Dalam kegelapan itulah, muncul seseorang yang tahu betul cara menyalakan kembali api kebencian: Rio. Dengan kelicikan dan manipulasi halus, Rio menyusup ke dalam luka hati Henzy, membisikkan kebohongan demi kebohongan. Ia membuat Henzy percaya bahwa TroubleKiller adalah pengkhianat, bahwa mereka adalah pembunuh sahabatnya. Henzy yang dulu adalah simbol harapan bagi para korban perundungan, kini perlahan berubah menjadi senjata paling berbahaya-dan yang paling mengenal kelemahan TroubleKiller. Sebuah badai baru mulai terbentuk. Dan kali ini, musuh terbesarnya bukanlah geng luar... Tapi dendam yang lahir dari kesalahpahaman, dan seorang teman lama yang kini siap menjadi musuh.
You may also like
Slide 1 of 9
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
Summer Triangle  (Revisi) cover
ALSTARAN [END] cover
More Than It Seemed cover
TroubleKiller Season 2 cover
ALSAKA: Cigarettes [Sudah Terbit] cover
"Jiwa Tanpa Titik Pulang" ⚕︎Gin Geheboi⚕︎ TNF/TNMC ❦ cover
Terikat Oleh Obsesi cover
LIONLIE     (Ongoing)  cover

PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)

93 parts Complete

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.