KALA JUMANTARA

KALA JUMANTARA

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 28, 2022
KALA JUMANTARA. Mungkin bagi teman temannya, Kala itu sudah mendekati kata 'nirmala' atau sempurna. Tetapi mereka tidak tahu apa yang Kala rasakan, duka dan luka, bahagia dan hidup yang penuh dengan haru, mereka tidak tau dengan hal itu. Tetapi di cerita ini, Kala hanya ingin menjadi remaja pada umumnya, dia ingin mendapat teman serta lingkungan yang sangat mendukung baginya. Baca dan ikuti kisah KALA JUMANTARA di buku ini Warning: Saya hanya penulis pemula yang masih dibawah umur, pengetahuan saya tentang menulis belum cukup luas. Hanya bermodalkan searching dan niat untuk menulis, akhirnya saya memiliki keinginan untuk membuat cerita seperti ini. Maaf juga bila ada kesalahan kata atau penulisan, bisa beri saran jika saya kurang tepat dalam menulis. Terimakasih, dan semoga suka! - Lyth -
All Rights Reserved
#772
khayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • Viva La Vida
  • BALADA KEHIDUPAN
  • TRANSMIGRASI: Kalpasastra
  • TIRAMISSU (SUDAH TERBIT)
  • Be My Baby
  • What ever are you looking for?
  • Blessings in Disguise
  • Our Trully Happiness
  • "Dia Nakula"

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐

More details
WpActionLinkContent Guidelines