Death Is Better

Death Is Better

  • WpView
    Membaca 148
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mar 22, 2025
Pernahkah kalian berpikir jika disuatu tempat di bumi kita bersembenyi kelompok spesies cerdas mirip manusia? Vampir misalnya, pasti sangat mengerikan jika itu benar-benar ada. Terkadang ketidaktahuan memberikan kepada kita lebih banyak ketenangan. Ada istilah "sedikit yang kau tau lebih baik." Cerita kali ini mengisahkan tentang Clara seorang siswi jenius dari SMA Radenwijaya yang memiliki penderitaan yang tak ada habisnya. Kesialan sudah seperti jatah harian baginya. Suatu hari ia mendapati sesuatu yang tak terjelaskan akal. Aaaaargghhhhhh Seseorang berteriak digedung kosong dibelakang sekolah. Clara bergegas melihat apa yang terjadi, sekolah saat itu sudah kosong karena malam hampir tiba. Sesampainya di sumber suara ia melihat pintu terbuka lebar tapi tak terlihat apapun didalam karena sangat gelap. Ia memberanikan mengangkatkan langkahnya perlahan. Saat langkahnya mencapai pintu, ia melihat seseorang berdiri dipojok ruangan. Belum sempat ia melangkah masuk tiba-tiba kakinya menyentuh bola yang menggelinding. Bola? Bentuknya memang bulat tapi yang ini sedikit bertekstur dan basah. Saat melihat kebawah Clara tak percaya dengan apa yang dia lihat. Ia sangat terkejut hingga tubuhnya ambruk kebelakang. "Ah maaf-maaf kamu terkejut ya? Aku sudah kenyang. Itu bagian yang paling aku tidak suka. Menjijikkan." Ucap seseorang di balik kegelapan. Kenyang? Apa maksudnya? Clara tak mengerti. Jelas-jelas yang ia lihat saat ini hanyalah seonggok kepala tanpa badan. Penasaran dengan kelanjutannya? Ikutin terus ya...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#756
sci-fi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Night Has Change~
  • When Petal Bloom
  • Where am I?
  • SEAN
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • Takdir Kalea [Revisi]

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan