Death Is Better

Death Is Better

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 22, 2025
Pernahkah kalian berpikir jika disuatu tempat di bumi kita bersembenyi kelompok spesies cerdas mirip manusia? Vampir misalnya, pasti sangat mengerikan jika itu benar-benar ada. Terkadang ketidaktahuan memberikan kepada kita lebih banyak ketenangan. Ada istilah "sedikit yang kau tau lebih baik." Cerita kali ini mengisahkan tentang Clara seorang siswi jenius dari SMA Radenwijaya yang memiliki penderitaan yang tak ada habisnya. Kesialan sudah seperti jatah harian baginya. Suatu hari ia mendapati sesuatu yang tak terjelaskan akal. Aaaaargghhhhhh Seseorang berteriak digedung kosong dibelakang sekolah. Clara bergegas melihat apa yang terjadi, sekolah saat itu sudah kosong karena malam hampir tiba. Sesampainya di sumber suara ia melihat pintu terbuka lebar tapi tak terlihat apapun didalam karena sangat gelap. Ia memberanikan mengangkatkan langkahnya perlahan. Saat langkahnya mencapai pintu, ia melihat seseorang berdiri dipojok ruangan. Belum sempat ia melangkah masuk tiba-tiba kakinya menyentuh bola yang menggelinding. Bola? Bentuknya memang bulat tapi yang ini sedikit bertekstur dan basah. Saat melihat kebawah Clara tak percaya dengan apa yang dia lihat. Ia sangat terkejut hingga tubuhnya ambruk kebelakang. "Ah maaf-maaf kamu terkejut ya? Aku sudah kenyang. Itu bagian yang paling aku tidak suka. Menjijikkan." Ucap seseorang di balik kegelapan. Kenyang? Apa maksudnya? Clara tak mengerti. Jelas-jelas yang ia lihat saat ini hanyalah seonggok kepala tanpa badan. Penasaran dengan kelanjutannya? Ikutin terus ya...
All Rights Reserved
#966
thriller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Where am I?
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • NOESIS [END]
  • SEAN
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • When Petal Bloom

Menceritakan tentang seorang gadis remaja yang mencoba mencari kebebasan, namun alih alih mendapat kebebasan, dia hanya mendapatkan kehampaan dan terjebak dalam labirin kecemasan yang tak ada ujungnya. Sosok gadis yang seharusnya menjadi periang, kini berubah menjadi gadis yang sulit bekspresi. Wajahnya bagaikan topeng mati, ia sulit menunjukkan perasaannya lewat ekspresi wajahnya, namun hanya bisa dari matanya. Semua itu terjadi akibat masa kecilnya yang suram dan membekaskan luka permanen baginya. Hingga sampai disaat ia menginjak umur remaja pun hal itu masih belum berakhir. Namun disela sela penderitaannya itu, terdapat seseorang yang terus menjaganya dengan setia hingga maut pun benar benar menjemput mereka berdua. "Aku hanya ingin cinta yang murni, bukan nafsu maupun obsesi." "Namun kau berada diantara lingkaran setan. Tak ada yang waras disini, sama sepertiku. Kau akan selalu tertidur dalam dekapanku hingga mati. Mataku terlalu buta pada hatiku, dan demikianlah juga kewarasanku terlahap habis disaat memandangmu. Kau adalah dophamine ku yang sesungguhnya." - Angelino Renatu Da Cruz //PERINGATAN!!⚠️\\ Cerita ini mengandung unsur kekerasan, Vulgar, dan penuh kata kasar. harap untuk mempertimbangkan kembali dan mengambil keputusan yang tepat. Semua alur pada cerita ini diambil dari imajinasi sang author dan fiksi belaka. Jika saja ada kesalahan dalam penulisan dan pembawaan topik, tolong maafkan sang author ini. karena masih belum pandai dalam menata kalimat, dan jika ada yang merasa tersinggung pada salah satu kalimat sekali lagi author meminta maaf!!🙏 Dan sekedar informasi tambahan lainnya, author sangat menyarankan para pembaca agar membaca postingan dibagian conversation akun ini dulu, karena ada informasi yang lebih lengkapnya biar kalian sebagai pembacanya yang baru nemuin cerita ini nggak terlalu bingung sama pemilihan tema bahasanya~

More details
WpActionLinkContent Guidelines