Memories Lock

Memories Lock

  • WpView
    Reads 2,061
  • WpVote
    Votes 1,390
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2023
Amalla kehilangan ingatan. Ketika Amalla mulai menyerah karena berulang kali menemukan kunci yang salah, ia bertemu FourLight yang mau membantunya mencari kunci ingatan yang tepat. Ketika teka-teki dan pertanyaan mulai terjawab, tak disangka jawabannya begitu dekat. Lantas siapakah kunci ingatan? Lilin? Lampu? Senter? Atau obor?
All Rights Reserved
#31
melo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Cinta Pertama Ophelia
  • Aralie, Maafkan Aku
  • BAD LUCK? (✔)
  • Leo 2 : Soulmate? ✔
  • Two Love One The Heart [On Going]
  • Kembali

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines